"Petambak plasma berharap banyak agar CP Prima segera merevitalisasi Dipasena termasuk mendorong penjualan kepada investor lain," ujar Ketua Umum Perhimpunan Petambak Plasma Udang Windu (P3UW), Nafian Faiz dalam siaran persnya, Minggu (7/2/2010).
Menurut Nafian, sejak dialihkannya kepemilikan Aruna Wijaya kepada CPRO tahun 2007, situasi perusahaan menjadi kacau. "Salah satunya persoalannya adalah CP Prima gagal melakukan revitalisasi tambak udang tersebut," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Petambak plasma melihat selama 3 tahun ini CP Prima gagal dan telah melanggar komitmen penyelesaian revitalisasi yang semula dijanjikan kurang dari 2 tahun sejak membeli," jelas Nafian.
Oleh sebab itu, Nafian melihat perlunya segera dilakukan penjualan Aruna Wijaya beserta tambak yang dikelolanya, Dipasena, guna menyelamatkan perusahaan tersebut.
"Berlarut-larutnya penyelesaian revitalisasi Bumi Dipasena akan berdampak negatif bagi ekonomi puluhan ribu masyarakat di delapan desa di Kecamatan Rawajitu Timur, Kab. Tulang Bawang, Lampung," ujarnya.
Â
Â
(dro/dro)










































