Demikian disampaikan Direktur Utama PTPP Musyanif seusai pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta, Selasa (9/2/2010).
"Kita akan alami cost infrastructure eficiency. Tahun 2010 sales kita prediksi akan naik 50%, sedangkan profit 120%. Tahun lalu kita mencatat profit Rp 163 miliar dan sales Rp 4,2 triliun," kata Musyanif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain kontrak organik kita diperkirakan mencapai Rp 9,6 triliun, juga ada investasi power plan dengan KDL (Krakatau Daya Listrik) sekitar Rp 3,4 triliun. Ini ada penambahan kontrak pengerjaan JO (Join Venture) dengan Jasa Marga Aloha-Wonokromo Rp 1,8-2 triliun. Tol satu lagi Serpong-Cinere, dengan nilai yang sama. Carry over dari 2009 sebesar Rp 2,6 triliun," ujarnya.
Β
Sementara itu, raihan kontrak perseroan yang ada di Saudi Arabia mencapai Rp 2,1 triliun. Dengan bekerja sama dengan perusahaan kontruksi Bin Laden, PTPP mengerjakan dua proyek di Jeddah dan Riyad. Nilainya mencapai Rp 800 miliar.
"Ada lagi empat kontrak, diantaranya mendirikan pusat ekonomi seperti SCBD dan buat King Abdul Aziz University," paparnya.
Hotel juga siap dibangun di Madinah pada awal tahun 2011. Nilainya kontrak mencapai Rp 1,2-1,3 triliun. "Kita akan lakukan persiapan dipertengahan tahun 2010 (Hotel)," ucapnya.
(wep/dnl)











































