Demikian disampaikan Direktur Utama Jasa Marga Frans S. Sunito di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) SCBD Jakarta Selasa (9/2/2010).
"Kami akan take over beberapa ruas tol dari investor yang tidak bisa membangun. JORR II dan di Jawa Timur. Kita akan jadi mayoritas," jelas Frans.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu memang sudah jadi konsen kita, tiap jalan tol yang kami kelola, minimal 60%," katanya.
Sumber dana atas rencana take over dua ruas tol ini, dimungkinkan berasal dari dana Initial Public Overing (IPO) perseroan yang belum banyak terparkai. "Masih ada dana IPO yang belum terpakai, masih ada. Waktu IPO kita tahun 2007, ada dana Rp 3,4 triliun. Sebagian besar masih tertahan," paparnya.
Target Selesaikan 20 KM Ruas Tol
Tahun 2010, perseroan menargetkan dapat membangun 20 km ruas tol. Dari total 200 km yang ditargetkan perseroan, 20 km akan terbangun di ruas tol Semarang - Ungaran dengan panjang 14 km. Kemudian disusul ruas tol Surabaya - Mojokerto 4 km. Dan sisanya, merupakan ruas tol yang sudah beroperasi yaitu Bogor Oto Ring Road sepanjang 4 km.
Namun, lanjut Frans, penambahan 20 km tidak berlaku secara proporsional akan dilakukan perseroan di tiap tahunnya. Dengan adanya penjaminan pembebasan tanah (land caping) dari pemerintah, JSMR yakin bahwa target pembangunan ruas tol akan jauh lebih besar di tahun mendatang.
"Kalau pemerintah giat lakukan pembebasan lahan, sebenarnya hanya butuh dua tahun. Pembebasan lahan lancar kan pakai dana talangan," imbuhnya.
Untuk tiap pengerjalan ruas jalan tol, perseroan dipastikan menggandeng mitra strategis yang sebagian besar merupakan BUMD.
"Kita kan bentuk anak usaha, dengan kerja sama dengan mitra. Ada BUMN karya, juga ada CMF Malaisya dan Astratel untuk pengerjaan JORR II. Ada JO (join venture) dengan kelompok kompas gramedia (KKG).
(wep/dro)











































