Luncurkan Online Trading, Danareksa Incar Investor Ritel

Luncurkan Online Trading, Danareksa Incar Investor Ritel

- detikFinance
Selasa, 09 Feb 2010 14:51 WIB
Luncurkan Online Trading, Danareksa Incar Investor Ritel
Jakarta - PT Danareksa Sekuritas menargetkan investor sektor ritel akan tumbuh 20% pada tahun 2010. Sampai saat ini, perseroan sudah menjaring 30 ribu investor ritel. Penambahan jumlah investor diharapkan mulai terjadi pada Maret 2010, dengan peluncuran online trading.

"Kita akan tumbuh minimal 20%. Sekarang kita punya diatas 30 ribu," jelas Komisaris Utama Danareksa Sekuritas Edgar Ekaputra saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) SCBD Jakarta Selasa (9/2/2010).

Menurut Edgar, penambahan 20% investor ritel merupakan target yang dicanangkan perseroan. Terlebih dengan penarapan full application online trading pada Maret 2010.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebenarnya kita sudah punya online trading, tapi penerapan full application online trading baru akan terlaksana pada Maret," ucapnya.

Dengan penerapan sistem terintegrasi ini, diharapkan distribusi portofolio perseroan di tahun 2010 dapat lebih didominasi oleh investor ritel. "Distribusi paper kita sebelumnya 50-50, antara ritel dan institusi. Sekarang sudah 80-20, untuk ritel. Karena potensi ritel besar, maka porsinya akan jauh lebih besar," katanya.

Sementara itu, selama tahun 2010 perseroan menargetkan dapat menangani minimal lebih dari lima emisi obligasi. Pasar obligasi tetap menjadi bidikan utama Danareksa dalam total emisi mereka tahun ini. Tahun 2009 saja, obligasi mengambil porsi 50% dari market share.

Sebelumnya, Danareksa Sekuritas tengah mengincar menjadi penjamin emisi obligasi untuk sejumlah perusahaan dengan nilai Rp 6,75 triliun pada tahun 2010. Nilai tersebut ditaksir setara dengan 25% dari pasar obligasi tahun ini.

"Kami berupaya mengejar 25% dari estimasi total pasar obligasi 2010," ujarnya.

Ditambahkannya, tahun ini tren bursa saham akan positif, meskipun permintaan pasar tidak sebaik apa yang diperoleh perseroan di tahun 2009. Penerbitan obligasi juga diprediksi sebesar Rp 27 triliun sepanjang tahun 2010.

Β 

Β 

(wep/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads