IHSG mengawali perdagangan dengan koreksi cukup dalam hingga menyentuh level 2.439,910. Namun di tengah perdagangan sesi II, mendadak IHSG berbalik arah dan berhasil ditutup di zona hijau setelah selama 3 hari berturut-turut terjebak di zona merah.
Selama 3 pekan terakhir, IHSG berada dalam tekanan jual yang cukup berat. Dalam periode tersebut, IHSG mengalami koreksi sekitar 150 poin. Sentimen regional cenderung negatif seiring dengan realisasi data keuangan global yang tidak sesuai ekspektasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan hari ini, indeks-indeks regional Asia sudah mulai rebound yang kemudian diikuti oleh bursa-bursa Eropa yang baru saja dibuka.
Rebound IHSG hari ini dipimpin oleh kenaikan harga-harga saham sektor perkebunan, konsumsi dan manufaktur. Indeks saham perkebunan ditutup naik 3 poin (0,22%) ke level 1.798,758, indeks saham konsumsi naik 7,43 poin (1,09%) ke level 686,617, indeks saham manufaktur naik 7,272 poin (1,38%) ke level 532,552.
Aktivitas investor asing masih didominasi aksi jual. Transaksi beli asing sebesar Rp 859,565 miliar, sedangkan transaksi jual asing mencapai Rp 1,573 triliun. Transaksi jual bersih asing (foreign net sell) hari ini mencapai Rp 713,7 miliar.
Pada perdagangan Selasa (9/2/2010), IHSG ditutup naik 13,913 poin (0,56%) ke level 2.489,485. Indeks LQ 45 juga naik 3,549 poin (0,74%) ke level 482,714.
Sementara nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis ke level 9.395 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.390 per dolar AS.
Bursa-bursa regional juga berada dalam teritori positif, kecuali bursa Jepang yang masih negatif.
- Indeks Hang Seng naik 239,39 poin (1,22%) ke level 19.790,28.
- Indeks Shanghai naik 13,67 poin (0,47%) ke level 2.948,84.
- Indeks Nikkei-225 turun 18,92 poin (0,19%) ke level 9.932,90.
- Indeks Straits Times naik 43,71 poin (1,58%) ke level 2.736,30.
- Indeks Seoul naik 17,70 poin (1,14%) ke level 1.570,49.
Perdagangan berjalan cukup moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 87.717 kali pada volume 4,292 miliar lembar saham senilai Rp 3,996 triliun. Sebanyak 114 saham naik, 68 saham turun dan 75 saham stagnan.
Saham-saham paling yang mengalami kenaikan harga antara lain : Goodyear (GDYR) naik Rp 1.500 ke Rp 12.500, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 700 ke Rp 29.650, Astra International (ASII) naik Rp 450 ke Rp 34.150, Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 13.300, Lonsum (LSIP) naik Rp 300 ke Rp 8.500, Astra Agro (AALI) naik Rp 100 ke Rp 23.200, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 200 ke Rp 13.500.
Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan harga antara lain : Telkom (TLKM) turun Rp 150 ke Rp 8.550, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 100 ke Rp 2.300, SMART (SMAR) turun Rp 75 ke Rp 2.925, BISI International (BISI) turun Rp 60 ke Rp 1.480.
(dro/qom)











































