JP Morgan & Barclay Penjamin Obligasi Sub Debt BNI

JP Morgan & Barclay Penjamin Obligasi Sub Debt BNI

- detikFinance
Kamis, 29 Apr 2004 15:40 WIB
Jakarta - BNI telah memutuskan JP Morgan dan Barclay Capital sebagai penjamin pelaksana (underwriter) penerbitan obligasi sub ordinasi (sub debt) sebesar US$ 200-300 juta yang rencananya akan diterbitkan pertengahan Juni mendatang."Nilai penerbitannya tergantung interest rate (suku bunga-red), ya kisarannya US$ 200-300 juta. Tapi kalau terlalu mahal kita tidak akan paksakan. Kalau pasar murah dan bagus, mungkin kita bisa sampai US$ 300 juta," ujar Direktur Treasury BNI, Fero Purbonegoro, di sela-sela rapat dengan Sub Komisi Perbankan Komisi IX DPR, Kamis (29/4/2004).Menurut Fero, sejauh ini pihaknya belum bisa memutuskan di antara kedua perusahaan itu yang bakal menjadi penjamin utama (lead underwriter). Pasalnya, Jumat besok baru akan dilakuakan pertemuan lanjutan dengan JP Morgan dan Barclay. Rencananya, obligasi sub debt ini akan dicatatkan di Singapura.Izin BI Belum KeluarDijelaskan, sejauh ini izin penerbitan dari Bank Indonesia (BI) belum diperoleh. Pasalnya, surat permohonan izin BNI baru dikirim ke BI Senin lalu. Namun demikian, rencana penerbitan obligasi tersebut sudah masuk dalam business plan BNI sehingga tinggal dibicarakan dengan BI.Fero juga menyatakan, tujuan penerbitan obligasi sub debt adalah untuk keseimbangan pendanaan dan mendukung modal perseroan sehingga rasio kecukupan modal (CAR) tetap terjaga. Ia menyebutkan, jika BNI menerbitkan obligasi sebesar US$ 200 juta, maka CAR perseroan akan naik menjadi 21 persen dari posisi saat ini 18 persen. Sedangkan jika diterbitkan sebesar US$ 300 juta, maka CAR akan meningkat menjadi 22,5 persen.Menurut Fero, salah satu tujuan penerbitan obligasi sub debt adalah untuk menjaga keseimbangan dana jangka panjang, mengingat pada Juni mendatang akan terdapat obligasi lama yang akan jatuh tempo sebesar US$ 150 juta. "Uang untuk membayar obligasi lama sebenarnya sudah ada, tapi sub debt ini dibutuhkan agar ada keseimbangan antara pinjaman jangka panjang dan jangka pendek," tuturnya. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads