Abdi Bangsa Rencanakan Right Issue Hingga Rp 80 Miliar

Abdi Bangsa Rencanakan Right Issue Hingga Rp 80 Miliar

- detikFinance
Kamis, 29 Apr 2004 15:54 WIB
Jakarta - Pengelola surat kabar Republika, PT Abdi Bangsa TBK (ABBA) merencanakan penawaran umum terbatas (right issue) ketiga sekitar Rp 60 miliar hingga Rp 80 miliar. Dana right issue tersebut akan digunakan untuk akuisisi internal beberapa perusahaan dan menambah modal kerja.Demikian diungkapkan Direktur Utama Abdi Bangsa, Erick Thohir, di sela-sela Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di Hotel Grand Mahakam, Jakarta Selatan, Kamis (29/4/2004). Menurut Erick, rencana right issue tersebut akan diputuskan pada RUPSLB perseroan pada 15 Juni mendatang.Menurut Erick, dalam akuisisi internal tersebut perseroan akan mengakuisisi tiga perusahaan dan kemungkinan bisa ditambah menjadi lima perusahaan. Di antaranya PT Suara Irama Indah, Majalah Golf Digest dan PT Mahakam Visual Mandiri. "Untuk akuisisi internal ini kami telah anggarkan sekitar Rp 40 miliar," ujarnya.Dijelaskan Erick, akuisisi ini berkaitan dengan persiapan perseroan sebagai industri multimedia yang tidak hanya bergerak sebagai pengelola harian Republika, melainkan juga sebagai penerbit buku, production house, radio dan bahkan televisi. Sementara itu, dalam RUPS hari ini pemegang saham menyetujui penghapusan piutang (write off) yang tidak tertagih sejak 1993 sampai 2000 senilai Rp 9,46 miliar. Piutang yang dihapus terdiri dari piutang iklan sebesar Rp 3,9 miliar dan piutang agen senilai Rp 5,5 miliar.RUPS juga menyetujui pembentukan anak perusahaan yang bernama PT Republika Media Mandiri (RMM) dengan modal disetor awal senilai Rp 1 miliar, dimana 99,9 persen sahamnya dimiliki PT Abdi Bangsa. "Rencananya modal disetor itu akan ditingkatkan menjadi Rp 30 miliar," kata Erick. Hingga akhir tahun 2003, pendapatan perseroan mencapai Rp 50,746 miliar. Namun perseroan masih mengalami rugi bersih sebesar Rp 7,34 miliar. Kerugian tersebut disebabkan oleh alokasi dana untuk PHK karyawan yang nilainya mencapai Rp 6,5 miliar. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads