IHSG Anjlok Dekati Level 800

IHSG Anjlok Dekati Level 800

- detikFinance
Kamis, 29 Apr 2004 16:24 WIB
Jakarta - Pada penutupan perdagangan Kamis (29/4/2004), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) turun 15,966 poin (1,95 persen) pada level 801,967. Indeks malah sempat turun di bawah level 800 yakni di 796,210, akibat aksi jual yang dilakukan investor seiring sentimen negatif kerusuhan Ambon.Indeks LQ-45 yang memuat 45 saham yang paling aktif ditransaksikan turun 4,374 poin pada level 175,114, Jakarta Islamic Index (JII) turun 3,120 poin pada level 134,981, Indeks Papan Utama (MBX) turun 4,105 poin pada level 218,319 dan Indeks Papan Pengembangan (DBX) turun 4,019 poin pada level 181,405.Perdagangan di pasar reguler berlangsung ramai dengan transaksi sebanyak 14.119 kali pada volume 2,267 juta lot saham senilai Rp 922,643 miliar. Pada perdagangan hari ini, hanya 19 saham yang mencatat kenaikan, 124 saham mengalami penurunan dan 245 saham stagnan.Saham unggulan mendominasi saham-saham yang mencatat penurunan harga terbesar (top loser) seperti International Nickel (INCO) turun Rp 3.350 menjadi Rp 34.800, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 400 menjadi Rp 10.000, Astra Internasional (ASII) turun Rp 300 menjadi Rp 5.800, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 250 menjadi Rp 5.050Kemudian, Indosat (ISAT) turun Rp 250 menjadi Rp 4.175, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 150 menjadi Rp 2.325, Bank BCA (BBCA) turun Rp 75 menjadi Rp 3.975, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 75 menjadi Rp 1.225, Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 8.400 dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 50 menjadi Rp 14.950.Sedangkan saham-saham yang mencatat kenaikan harga tertinggi (top gainer) antara lain Bank Mega (MEGA) naik Rp 250 menjadi Rp 1.525, Bimantara Citra (BMTR) naik Rp 175 menjadi Rp 3.400, Dankos (DNKS) naik Rp 25 menjadi Rp 775, Panin Life Insurance (PNLF) naik Rp 5 menjadi Rp 150 serta Sona Topas Tourism (SONA) naik Rp 5 menjadi Rp 155.Menurut Direktur Utama BEJ, Erry Firmansyah, penurunan indeks karena reaksi negatif investor atas kerusuhan di Ambon, Minggu lalu. Namun menurut dia, penurunan tersebut masih wajar dan hanya bersifat sementara. Pasalnya, investor asing masih akan terus masuk ke Indonesia secara bertahap setelah pemilu legislatif berjalan lancar.Sedangkan investor asing sendiri diperkirakan akan masuk cukup besar jika mereka telah mengetahui hasil pemilihan persiden dan wapres. Menurut Erry, indeks BEJ saat ini sudah melampaui indeks Thailand dan diharapkan dalam waktu dekat bisa menyusul indeks Kuala Lumpur yang saat ini berada di level 880. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads