Kuartal I 2004, Transaksi BEJ Lampaui Target
Kamis, 29 Apr 2004 16:57 WIB
Jakarta - Selama tiga bulan pertama 2004 transaksi perdagangan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) telah melampaui target. Nilai transaksi harian mencapai Rp 1,071 triliun, dibanding target rata-rata BEJ Rp 500 miliar per hari.Demikian diungkapkan Direktur Utama BEJ, Erry Firmansyah, dalam jumpa pers di gedung BEJ, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (29/4/2004). Tingginya nilai transaksi yang dicapai tersebut tidak terlepas meningkatnya volume perdagangan BEJ, karena mulai masuknya investor asing.Menurut Erry, dengan kondisi yang kondusif ini diharapkan target-target lain seperti jumlah emiten sebanyak 20 perusahaan juga bisa tercapai. Kenaikantransaksi ini juga diiringi dengan naiknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang telah menembus level 800.Tingkat IHSG saat ini, menurut Erry, telah melewati indeks Thailand dan diharapkan dalam waktu yang tidak begitu lama lagi bisa menyusul Indeks KualaLumpur Malaysia.Dijelaskan Erry, pasca pemilu legislatif 5 April 2004 yang berjalan aman, telah membuat kepercayaan investor makin meningkat. Kondisi ini juga telah membuat keberanian investor asing untuk masuk secara bertahap. "Sebenarnya investor sudah siap tapi mereka juga masih menunggu siapa presiden yang terpilih, tapi sejak 5 April mereka sudah masuk secara bertahap," ungkapnya.Erry juga menjelaskan, banyak calon emiten yang siap masuk pada semester kedua tahun ini. Calon emiten itu dari sektor pertambangan, manufaktur, keuangan serta 2 BUMN lagi.Untuk perdagangan produk derivatif Kontrak Opsi Saham (KOS), dijelaskan Erry, hingga kini sudah siap 90-95 persen dan tinggal menunggu beberapa penyempurnaan peraturan yang kini telah dimasukkan ke Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam).Perdagangan KOS ini mencakup 5 saham yakni PT Astra Internasional Tbk (ASII), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). "Diharapkan pada semester pertama ini perdagangan KOS bisa terealisir atau paling lambat kuartal ketiga 2004," ujar Erry.Sementara, untuk produk derivatif American Warrant diperkirakan baru bisa terlaksana perdagangannya pada tahun 2005. "Kita perlu produk derivatif sebagai hedging (lindung nilai), sekaligus untuk menunjang bursa utamanya yakni BEJ," katanya.Hingga kuartal pertama 2004 BEJ mencatat total pendapatan Rp 28,6 miliar dengan laba sebelum pajak Rp 14 miliar, beban usaha Rp 16,3 miliar dan laba usaha Rp 12,2 miliar.
(ani/)











































