Mengawali perdagangan, IHSG langsung menguat menembus level 2.503,609. IHSG sempat menguat hingga level 2.511,735, sebelum akhirnya berganti ke teritori negatif mendekati akhir sesi I.
Pelemahan IHSG tetap tidak terbendung meski Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi RI pada tahun 2009 mencapai 4,5% melebih proyeksi pemerintah sebesar 4,3%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara nilai tukar rupiah menguat tipis ke level 9.365 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.395 per dolar AS.
Bursa-bursa regional cukup variatif, meski kemarin indeks Dow Jones melonjak dan menembus lagi level 10.000.
- Indeks Shanghai naik 33,66 poin (1,14%) ke level 2.982,50.
- Indeks Hang Seng naik 131,94 poin (0,67%) ke level 19.922,22.
- Indeks Nikkei-225 menguat 31,09 poin (0,31%) ke level 9.963,99.
- Indeks Straits Times melemah 9,95 poin (0,36%) ke level 2.735,07.
- Indeks Seoul turun 0,37 poin (0,02%) ke level 1.570,12.
Perdagangan berjalan cukup moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 82.547 kali pada volume 3.553 juta lembar saham senilai Rp 5,91 triliun. Sebanyak 67 saham naik, 91 saham turun dan 72 saham stagnan.
Saham-saham yang mengalami kenaikan harga antara lain United Tractor (UNTR) naik Rp 350 menjadi Rp 16.000, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 200 menjadi Rp 4.675, Indocement (INTP) naik Rp 200 menjadi Rp 13.500, Astra International (ASII) naik Rp 100 menjadi Rp 34.250.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 650 menjadi Rp 29.000, BRI (BBRI) turun Rp 100 menjadi Rp 7.150, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 50 menjadi Rp 2.250, PTBA turun Rp 150 menjadi Rp 15.400.
(qom/qom)











































