"Dividen masih sesuai dengan komitmen saat IPO sebesar 30% dari laba," ujar Direktur Keuangan NIKL, Erwin usai konferensi pers di Graha Niaga, Jakarta, Rabu (10/2/2010).
Pada tahun 2009, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp 41 miliar. Itu berarti dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham sekitar Rp 12,3 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun lalu, NIKL mencatat pendapatan sebesar Rp 1,5 triliun. Menurut Edwin, target pendapatan di 2010 akan cenderung stagnan alias tidak jauh dari angka tersebut.
Meski demikian, laba bersih diharapkan naik lebih dari 121,95 persen menjadi Rp 91 miliar dibanding laba belum diaudit 2009 sebesar Rp 41 miliar.
"Pertumbuhan laba bersih disebabkan kenaikan volume penjualan," ujarnya.
Perusahaan berencana menjual 120 ribu pelat timah tahun ini, naik signifikan dibanding penjualan 2009 yang hanya sebanyak 90 ribu.
Hingga akhir Januari 2010, Latinusa telah membukukan volume penjualan sebanyak 9,5 ribu ton. Penjualan dan laba bersih masing-maing mencapai Rp 117,38 miliar dan Rp 8,98 miliar.
Selain itu, NIKL berencana menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada Maret 2010. Pada RUPS tersebut, perusahaan akan mengangkat beberapa perwakilan dari pemegang saham Nippon Steel Consortium.
"Beberapa perwakilan Nippon akan menduduki posisi di dewan komisaris dan direksi. Namun, jumlahnya masih dibicarakan," ujarnya.
Nippon Steel merupakan pemegang saham mayoritas Latinusa dengan menguasai 55 persen saham perseroan
(dro/qom)











































