Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Kamis, 11 Feb 2010 09:06 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Bursa saham US kembali mengalami penurunan dalam minggu ini setelah hasil dari Sprint extel Corp. dan Dean Food Co. tidak sesuai dengan estimasi dan kekhawatiran bahwa perbaikan ekonomi akan berjalan lambat setelah Federal Reserve menarik stimulusnya. Sprint Nextel turun 8% setelah penjualan perusahaan operator selular tersebut tidak sesuai dengan estimasi. S

Sementara Dean Foods turun 14% setelah perusahaan prosesor susu terbesar di US memprediksi pendapatannya di bawah proyeksi para analis. 9 dari 10 industri yang tergabung dalam indeks S&P 500 mengalami penurunan setelah Fed Chairman Ben S Bernanke mengatakan bahwa akan menaikkan discount rate untuk pinjaman pada bank. Indeks S&P 500 (-0.2%) ke 1,068.13. Dow Jones Industrial Average (-0.2%) ke 10,038.38.

Regional Pagi: Saham-saham Australia menguat di awal perdagangan Kamis setelah naiknya harga minyak dan James Hardie Industries NV membukukan laba FY09 yang nyaris melampaui prediksi analis. Penguatan dipimpin oleh perusahaan tambang dan energy yang mengimbangi pelemahan pada saham-saham media dan sinyal negative dari Wall Street. Woodside Petroleum Ltd (+1.5%) dan WorleyParsons Ltd (+1%). Rio Tinto Ltd (+2%), BHP Billiton Ltd (+0.4%).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, Telstra Corp (-3.2%) setelah perusahaan mencatatkan penurunan laba bersih pada 1H. News Corp (-1.3%) dan Fairfax Media Ltd (-1.5%). Saham oster's Group Ltd (-0.2%). Bursa saham Korea Selatan juga menguat seiring aksi beli investor asing terhadap saham otomotif dan keuangan. Sementara, bursa Jepang tutup (holiday). S&P/ASX 200 (+0.4%) 4,530 Kospi (+0.8) 1,582 STI (+0.4%) 2746.

Commodity: Minyak mentah kemabali diperdagangkan mednekati level US$ 75/barrel di New York setelah Departemen Energy menaikkan prediksi konsumsi minyak global untuk tahun ini. Minyak mengalami kenaikan setelah Depratemen Energy menaikkan estimasi konsumsi minyak dari 85.18 juta barrel/hari menjadi 85.3juta barrel/hari.

Harga juga mengalami kenaikan setelah prospek Jerman dan Perancis yang akan membantu Yunani dalam mengatasi defisit keuangan. Minyak mentah (+0.3%) ke US$ 74.8/barrel. Tin +1.6% WTI Crude (+0.3%) US$74.8/barrel GOLD (0.4%) US$1,076/t oz CPO (+0.5%) RM 2,557/MT Nickel (+0.9%) US$17,710/MT Tin (+1.6%) US$15,700/MT.

Economic & Industrial News

Economic: Konsumsi Pemacu Terbesar Ekonomi

Konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi tahun lalu yang mencapai 4,5%, melampaui target pemerintah yang dipatok 4,3%. Data BPS yang dirilis kemarin menunjukkan konsumsi rumah tangga memberikan sumbangan sebesar 2,8% terhadap pertumbuhan ekonomi tahun lalu. Konsumsi pemerintah mamberikan sumbangan sebesar 1,3% dan pembentukkan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 0,8%, sedangkan sumbangan ekspor -4,8%.

Banking: Laba Perbankan Naik 47,7%

Industri perbankan selama 2009 tercatat membukukan laba setelah pajak sebesar Rp45,2T. Laba itu naik sebesar 47,7% atau Rp14,6 T dibandingkan dengan periode sebelumnya, meskipun ekspansi kredit menyusut. Berdasarkan data statistik perbankan Indonesia dari situs bank sentral disebutkan bahwa raihan laba perbankan per Desember 2009 paling banyak ditopang oleh pendapatan operasional. Pendapatan operasional mengalami kenaikan sebesar 13,7% atau sebesar Rp36,1 T menjadi Rp298,2 T. Keuntungan operasional ini ditopang oleh pendapatan bunga sebesar Rp233,7 T atau naik Rp32 T.

Banking: Asbanda Targetkan Kredit Tumbuh 20%

Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) menargetkan penyaluran kredit Rp264 triliun di tahun 2010. Target itu meningkat 20% dibanding posisi tahun lalu Rp220 triliun.

Economic: IPO BUMN Perkebunan Batal

Kementerian BUMN memastikan membatalkan rencana melepas saham perdana (IPO) PTPN III, PTPN IV, dan PTPN VII pada tahun ini. Sebelum sampai pada keputusan masuk bursa pemerintah akan melakukan pembenahan terhadap seluruh BUMN perkebunan terlebih dahulu dengan cara pengelompokan kembali (regrouping).

Economic: Rasio Utang 2010 Bisa Dibawah 30%

Rasio utang tahun ini berpotensi di bawah 30% karena Indonesia tidak mengalami masalah kesulitan fiskal, seperti di kawasan Eropa. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementrian Keuangan, Anggito Abimanyu mengatakan, pemerintah telah memitigasi guna mengurangi dampak krisis keuangan yang terjadi di Eropa. Berdasarkan data Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu, rasio utang terhadap PDB pada 2009 mencapai 29%. Dari angka total utang pemerintah pusat mencapai Rp1.589,78 triliun, sedangkan PDB Rp5.401,640 triliun. Rasio tersebut merupakan yang terendah dalam kurun 9 tahun sejak 2000.

Corporate news

IPO: Benakat Finalisasi Akuisisi 37,15% Saham Elnusa

PT Benakat Petroleum Energy Tbk, tengah memfinalisasi akuisisi 37,15% saham PT Elnusa Tbk (ELSA). Perseroan akan membeli saham Elnusa milik PT Tridaya Esta dengan harga Rp330 per saham. Sebelumnya,Tridaya Esta menetapkan konsorsium Northstar Pacific dan Saratoga Capital sebagai penawar yang diutamakan (preferred bidder) dalam divestasi saham Elnusa. Namun, hingga kini penyelesaian transaksi akuisisi itu tidak jelas.
 
BSDE: Placement 2 Miliar Saham

Pemegang saham pendiri PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) segera mengurangi kepemilikannya dengan melepas 1,5 miliar hingga 2 miliar saham pada pekan depan. Dalam penjualan saham itu, BSDE menunjuk Macquarie Securities sebagai agen penjual.

BTEL: Akan Investasi US$200 Juta

BTEL akan mengunvestasikan dana tahun ini senilai US$200 juta (Rp2 triliun). Dana digunakan untuk membiayai pelayanan jaringan dan sisanya untuk sarana pendukung. Perseroan menargetkan penambahan jumlah pelanggan menjadi 14 juta tahun ini atau naik sebesar 33,33% dibandingkan jumlah pelanggan tahun lalu sebanyak 10,5 juta.

IPO: Ascension Borong 25% Saham Benakat

Ascension Limited, perusahaan investasi asal Singapura menjadi pembeli terbesar saham perdana PT Benakat Petroleum Energy Tbk setelah memborong 25% dari saham yang ditawarkan senilai Rp 400 miliar. Perseroan melepas sebanyak 11,5 miliar saham dengan harga Rp 140 per saham.

BMRI: Ajukan Tiga Opsi Penjualan Saham

BMRI berencana untuk melepas sebagian sahamnya guna menambah kepemilikan saham publik pada tahun ini. BMRI telah mengajukan tiga opsi penjualan saham tersebut kepada Kementerian BUMN, sebagai wakil pemerintah yang menjadi pemegang saham mayoritasnya. Tiga opsi tersebut adalah penawaran saham kedua (secondary offering), penjulana kepada investor strategis (private placement), dan kombinasi diantara kedua opsi tersebut.

ADMF: Adira Genjot Leasing

PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) akan memprioritaskan pembiayaan sewa guna usaha (leasing) alat berat bagi wilayah di luar Jawa dan Bali pada tahun ini. Direktur ADMF mengatakan perseroan masih pada tahap konsolidai internal untuk masuk ke segmen pembiayaan mengingat rencana tersebut membutuhkan persiapan yang baik.

BBCA: Kupon Bond BCA Finance Ditawarkan 8,4%-11%

PT BCA Finance menawarkan kupon obligasi III/2010 dan surat utang subordinasi I/2010 perusahaan senilai total Rp 600 miliar pada level 8,4%-11%. Obligasi perseroan mendapatkan peringkat idAA- dari Pefindo dan AA dari Fitch Rating Indonesia.

ANTM: Produksi Emas Ditargetkan 2,58 Ton

ANTM memproyeksikan produksi emas tahun ini sebanyak 2,58 ton dengan ekspektasi penjualan sebanyak 7,98 ton. Jumlah produksi ini di luar ekspektasi tambahan sekitar 500 kg dari tambang emas Cibaliung pada 2H10. Hingga 3Q09, Antam membukukan laba bersih Rp293 miliar atau turun 82% dibandingkan periode yang sama 2009.

INDY: Laba Kideco Terdongkrak 22%

Anak usaha PT Indika Energy Tbk, PT Kideco Jaya Agung selama 2009 membukukan laba bersih sebelum audit sebesar US$280 juta (sekitar Rp2,66 T) atau naik sebesar 22,05% jika dibandingkan dengan akhir 2008 sebesar US$229,4 juta. Vice President and Investor Relations INDY menuturkan salah satu penyumbang kenaikan laba bersih adalah meningkatnya volume produksi selama 2009 sebesar 24,7 juta ton dari tahun sebelumnya 22 juta ton.

ASII: FIF Tunjuk 4 Penjamin Emisi Obligasi

PT Federal International Finance (FIF) menunjuk 4 underwriter untuk membantu merealisasikan rencana perseroan menerbitkan obligasi senilai Rp 1 triliun hingga Rp 1,5 triliun pada 2Q10. Mereka adalah PT Kresna Graha Sekurindo, PT Danareksa Sekuritas, Indo Premier Sekurities, dan PT Mandiri Sekuritas.

Rumor

Harga saham PT Kokoh Inti Arebama Tbk (KOIN) berpeluang menuju Rp175 dalam waktu dekat. Perushaan ritel asal Jepang disebut-sebut tertarik membeli saham perseroan. Pasalnya, investor asing itu ingin investasi di bisnis ritel bangunan, seiring bangkitnya sektor properti di Indonesia. Belum lama ini, perseroan juga dikabarkan mendapatkan fasilitas kredit untuk membiayai ekspansi.

Harga saham PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) dikabarkan bakal diangkat menuju kisaran Rp250-280 dalam jangka pendek. Perseroan disebut-sebut oleh beberapa pelaku pasar menjadi target akusisi oleh perusahaan transportasi ternama. Selain itu, ada kabar perseroan mendapat pinjaman dari bank untuk menambah armada baru tahun ini.

Corporate Action

Hari ini (11/2), listing Benakat Petroleum Energy Tbk sebanyak 38,24% Rp 140 per saham

Technical Picks


  • BDMN (4675) – Trading BUY
  • PTBA (15400) – Trading BUY
  • JSMR (1740) – Trading BUY
  • KLBF (1500) – Trading BUY.
 

(etr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads