"Perseroan telah menghentikan seluruh produksi dari tambang Jorong," demikian disampaikan dalam siaran pers ITMG yang diterima detikFinance, Kamis (11/2/2010).
Jorong merupakan salah satu dari tambang utama perseroan yang sudah mendapat izin operasi. Pada tahun ini, tambang Jorong yang berlokasi di Kalimantan Selatan ini diharapkan menyumbang produksi batubara sebanyak 2 juta ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain di dalam negeri, Jorong merupakan pemasok batubara ke Thailand dan Filipina. Batubara dari tambang ini juga memasok kebutuhan batubara PLTU berkapasitas 210 MW di Mindanau, Filipina dengan kontrak selama 10 tahun.
Β
Menurut siaran pers dari ITMG, persoalan muncul lantaran terjadinya kekurangan komunikasi dalam regulasi, perizinan dan konsesi penambangan yang diterbitkan oleh otoritas kementerian.
"Banpu (pengendali ITMG) masih terus memantau situasi yang terjadi untuk mencari solusi yang positif," ujar siaran pers dari ITMG.
Tambang Jorong memproduksi 2,85 juta ton batubara di 2009 dimana sebanyak 0,56 juta ton dijual di pasar domestik sedangkan 2,3 juta ton diekspor ke Thailand dan Filipina.
ITMG memiliki 8 konsesi tambang yang dioperasikan oleh 5 anak usaha, yakni PT Indominco Mandiri, PT Trubaindo Coal Mining, PT Bharinto Ekatama, PT Kitadin dan PT Jorong Barutama Greston.
Indominco mengoperasikan 3 tambang yaitu Indominco West, Indominco East dan Indominco Underground. Kitadin mengoperasikan 2 tambang yaitu Kitadin Embalut dan Kitadin Tandung Mayang. Sedangkan Trubaindo, Bharinto dan Jorong masing-masing mengoperasikan 1 tambang.
Dengan dicabutnya izin operasi tambang Jorong, ITMG kini hanya mengoeperasikan 7 tambang.
(dro/qom)











































