Menurut Investor Relation AALI Tjahjo D.A, produksi CPO ini menurun disebabkan produksi minyak sawit AALI di wilayah Suamatera dan Sulawesi turun masing-masing menjadi 132.600 ton (turun 16,1%) dan 66.648 ton (turun 3,6%). Sedangkan produksi di Kalimantan tercatat naik 37% menjadi 101,476 ton.
Sementara, di bulan yang sama, produksi TBS AALI mencapai 300,724 ton. Pulau Sumatera memberikan kontribusi 44,1% atau setara 132.600 ton. Untuk wilayah Kalimantan sebesar 33,7% menjadi 101.476 ton dan Sulawesi berkontribusi 22,2% atau 66.648 ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meningkatnnya konsumsi dunia dikarenakan harga CPO yang rendah jika dibanding harga minyak nabati lainnya. Juga adanya ketersedian CPO yang mencukupi.
Konsumsi CPO India selama periode tersebut diperkirakan mencapai 7 juta ton, naik sebesar 2,9%. Sementara itu, konsumsi CPO China diperkirakan akan naik sebesar 4,8% yaitu dari 6,2 juta ton menjadi 6,5 juta ton.
(wep/dnl)











































