Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Jumat, 12 Feb 2010 09:23 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Bursa di AS menguat mencapai level tertinggi dalam seminggu, setelah para pemimpin Eropa berkeyakinan menolong ekonomi Yunani. Indeks S&P 500 naik 1% menjadi 1,078.47 dan indeks Dow Jones Industrial naik 105.81 poin (+1.1%) ke level 10,144.19. Kenaikan bursa di pimpin oleh saham Allegheny Energy Inc. yang naik 12% dan saham Philip Morris International yang naik 4%.

Regional Pagi: Saham-saham Jepang menguat pada perdagangan Jumat pagi, didorong oleh data ekonomi yang membantu mengangkat saham-saham AS. Inpex Corp (+2.6%) menyusul kabar bahwa perusahaan minyak tersebut, bersama dengan Mitsubishi Corp dan Chevron Corp tergabung dalam konsorsium yang memenangkan tender pembangunan kilang minyak Orinoco di Venezuela. Saham Mitsubishi Corp (+3.3%) . Namun, saham Kirin Holdings Co (-3.4%) setelah dipangkasnya rating perusahaan oleh Citigroup.

Bursa Australia juga menguat seiring positifnya laporan keuangan dari Rio Tinto. Saham Rio (+3.2%) setelah perusahaan melaporkan laba 1H dan mengembalikan dividen di tengah berkurangnya utang. Alumina Ltd (+2.4%) dan Lihir Gold Ltd (+2.1%), Newcrest Mining Ltd Nikkei 225 (+1%) 10,063 Kospi (-0.63%) 1,587 S&P/ASX 200 (+0.5%) 4,577 STI (+0.2%) 2757

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Commodity: Harga Minyak mentah untuk pengiriman bulan Maret pengiriman bulan maret diperdagangkan di level US$ 75.24 per barel. Hal ini dipicu keyakinan para pemimpin Eropa untuk menolong Ekonomi Yunani, dan meniningkatnya permintaan minyak dunia berdasarkan estimasi International Energy Agency (IEA).  Crude Oil (-0.2%) $75.1/bbl, Gold (-0.5%) $1.090/oz, CPO (unc) 2.559RM/MT, Nickel (+4.2%) $18,450/MT, TIn (+3.2%) $16,200/MT.

Economic & Industrial News

Economic: Pendapatan Per Kapita RI Naik Rp6,8 Juta

BPS mengungkapkan, pendapatan per kapita Indonesia periode 2007 hingga 2009 naik Rp6,8 juta, dari Rp17,5 juta (US$1.938,2), lalu meningkat Rp21,7 juta pada 2008 dan menjadi Rp24,3 juta pada 2009. Dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi 4,5% pada 2009, nilai GDP Indonesia secera keseluruhan tahun lalu mencapai Rp2,177 triliun. Semua sektor ekonomi bertumbuh dengan pertumbuhan tertinggi pada ektor pengangkutan dan komunikasi yang mencapai 15,5%, diikuit sektor listrik, gas, dan air bersih 13,8%, menurut Deputi Neraca dan Bidang Analisis Statistik BPS Slamet Sumanto.

Economic: Target Inflasi Tahun Ini Naik Jadi 5,5%-5,7%

Pemerintah akan mengubah target inflasi yang dipatok dalam APBN 2010 sebesar 5% menjadi 5,5%-5,7%. Pemerintah mengajukan asumsi inflasi yang lebih tinggi ini ke DPR dalam APBNP2010.

Economic: PHEI Tetapkan Harga Wajar Seluruh Obligasi 2010

Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) atau PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) baru bisa menetapkan harga pasar wajar (fair price) untuk seluruh obligasi korporasi yang tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2010. Sampai saat ini, IBPA telah menetapkan harga wajar kepada 190 seri obligasi korporasi dari 220 seri yang tercatat.

Economic: Obligasi Korporasi Rp 10-15 Triliun Siap Hadir di 2010

Sebanyak 5-7 perusahaan akan segera menerbitkan obligasi dengna nilai antara Rp 10-15 triliun pada tahun 2010 ini. Mereka terpantau telah masuk dalam daftar pemeringkatan yang dilakukan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Direktur Pefindo Salyadi Saputra menytakan selain itu, terdapat pula lima Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang juga siap keluarkan obligasi, dengan nilai masing-masing Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun.

Corporate news

BUMI: Cari Dana US$500 Juta

PT Bumi Resources Tbk menjajaki dua opsi pendanaan senilai US$500 juta termasuk penerbitan obligasi tukar untuk membiayai ekspansi bisnis tahun ini. Seorang eksekutif Bumi mengatakan produsen dan eksportir batu bara terbesar nasional itu masih menjajaki dua opsi yakni menawarkan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau menerbitkan obligasi tukar.

UNSP: Masuk Bursa Berjangka

PT Bakrie Sumatera Plantationts Tbk (UNSP) akan menjadi pembeli minyak sawit mentah (crude palmn oil) di pasar fisik Bursa Berjangka Jakarta (BBJ). Perseroan membutuhkan CPO untuk pabrik oleokimia sebanyak 1.500 ton per hari, sedangkan produksi saat ini hanya sekitar 833 ton per hari.

BIPI: BIPI Bakal Melonjak 1.986%

Laba bersih PT Benakat Petroluem Energy Tbk (BIPI) tahun ini diperkirakan bakal melonjak hingga 1.986% menjadi Rp296 miliar dibanding perkiraan akhir 2009 sebesar Rp14 miliar. Akusisi 37,15% saham ELSA akan menjadi salah satu pemicu pertumbuhan laba tersebut. Elnusa akan mengontribusi sekitar 30% terhadap total laba bersih perseroan.

Perseroan memproyeksikan PT Elnusa Tbk bisa memberi kontribusi sebesar 30% dari total laba bersih pada tahun ini, setelah membeli 37,15% saham dari PT Tridaya Esta (TDE). Dirut Benakat menuturkan laba bersih perseroan pada tahun ini tanpa memperhitungkan Elnusa sebesar Rp225M, dan pendapatan sebesar Rp1,7 T.

INDY: Indika Finalkan PInjaman JBIC

PT Indika Energy Tbk memfinalisasi pinjaman dari JBIC (Japan Bank for International Cooperation) guna mendanai pembangunan pembangkit listrik yang akan dijalankan oleh anak usaha perseroan, PT Cirebon Electric Power.

BBNI: Dana kemitraan capai Rp102,7 miliar

BBNI terus memperkuat pembiayaan lewat kredit kemitraan kepada kelompok usaha dengan pola kluster. Sampai saat ini, penyaluran kredit kemitraan BBNI untuk enam kluster yang tersebar di seluruh Indonesia mencapai sebesar Rp102,7 miliar .

NISP: Lirik Subdebt

PT Bank OCBC NISP Tbk berencana menerbitkan subdebt tahun ini. Langkah itu dilakukan untuk menjaga rasio kecukupan modal CAR tetap di posisi 17%. Menurut Komisaris Bank OCBC NISP Pramukti Surjaudaja mengatakan, langkah penguatan modal akan dilakukan untuk mengantisipasi pertumbuhan kredit yang jauh lebih tinggi dari tahun lalu. Namun, perseroan belum bisa menyebutkan berapa nilai subdebt yang akan diterbitkan. Pihaknya optimis bisa mencapai target kredit 15%-25%.

INCO: Targetkan Belanja Modal US$257,7 Juta

INCO menargetkan belanja modal sebesar US$257,7 juta atau sekitar Rp2,577 triliun tahun ini. Belanja modal tersebut, termasuk untuk penyelesaian fasilitas pembangkit listrik tenaga air ketiga di Kareebe, Sulawesi Selatan.

ITMG: ESDM Minta Menhut Segera Terbitkan Izin Tambang Jorong

Kementerian ESDM berharap Kementerian Kehutanan segera menerbitkan izin pinjam pakai lahan tambang Jorong milik PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Hal itu penting untuk mengamankan pasokan batubara PLN.

INCO: Laba Inco Tergerus Separuh

Laba bersih PT International Nickel Indonesia Tbk (Inco) pada 2009 tergerus hingga lebih dari separuh menjadi US$170,42 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya US$359,32 juta menyusul penurunan volume produksi. Perseroan mencatat produksi nikel dalam matte pada sepanjang tahun lalu turun 7% menjadi 67.329 ton dari sebelumnya 72.400 ton. Penjualan nikel perseroan juga turun dari 74.000 ton menjadi 67.782 ton, dengan harga realisasi rata-rata sebesar US$11.227 per ton, turun dari sebelumnya US$17.724 per ton.

IPO: Bank Jabar IPO 800 Miliar

PT Bank Jabar Banten (BJB) segera mendapat dana segar Rp 1 triliun tahun ini. Likuiditas itu berasal daripelepasan saham ke IPO sekitar Rp800 miliar serta setoran dari pemegang saham sebesar Rp200 miliar. Rencananya, sekitar Juni atau akhir 1H, perseroan akan melantai di bursa. Realisasi itu molor dari rencana awal yang diharapkan pada semester tahun lalu.

Earning Watch

 

EXCL: XL Cetak Laba Rp 1,7 Triliun pada 2009

Pada tahun lalu, PT XL Axiata Tbk (EXCL) membukukan peningkatan laba bersih seudah diaudit sebesar 11,493% menjadi Rp 1,70 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang rugi bersih sebesar Rp 15,1 miliar. Kenaikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan dan laba kurs.

Selain itu, penggunaan layanan data XL pada 2009 mengalami kenaikan yang signifikan, didorong oleh beralihnya kebutuhan telekomunikasi para pelanggan dari kebutuhan dasar seperti telepon dan SMS, serta chatting dan download aplikasi jejaring sosial melalui telepon genggam.

Rumor

Harga saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) berpeluang menguat menuju Rp1.500 dalam jangka pendek. Realisasi investasi perseroan di bidang usaha petrokimia senilai US$300 juta dalam waktu dekat akan menjadi momentum kenaikan harga BRPT. Investasi tersebut dilakukan anak usahanya, yakni PT Chandra Asri dan PT Tri Polyta Tbk.

Petronas, perusahaan minyak asal Malaysia disebit-sebut oleh beberapa pelaku pasar berniat mendirikan perusahaan patungan (joint venture) dengan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). Terkait itu, harga AKRA berpotensi naik menuju Rp1.400 dalam jangka pendek. Selain itu, rencana perseroan mengoperasikan terminal bahan bakar minyak (BBM) berkapasitas 250 ribu kl pada awal Maret 2010 juga bakal berdampak positif.

Earning Watch

EXCL: XL Cetak Laba Rp 1,7 Triliun pada 2009

Technical Picks

  • BUMI (2,225) – BUY
  • AALI (23700) – BUY
  • TLKM (8750) – BUY
  • BBNI (1860) – BUY.
 

(etr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads