IHSG Anjlok 26,575 Poin

IHSG Anjlok 26,575 Poin

- detikFinance
Jumat, 30 Apr 2004 12:02 WIB
Jakarta - Pada penutupan sesi pertama, Jumat (30/4/2004), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam 26,575 poin dan menembus batas bawah level 800 yakni di level 775,392. Akumulasi sejumlah sentimen negatif membuat investor melepas saham secara besar-besaran.Indeks LQ-45 yang berisi 45 saham yang paling aktif ditransaksikan turun 6,542 poin pada level 168,572, Jakarta Islamic Indekx (JII) turun 5,194 poin pada level 129,487, Indeks Papan Utama (MBX) turun 7,857 poin pada level 210,462 dan Indeks Papan Pengembangan (DBX) turun 4,958 poin pada level 176,447.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 6.385 kali pada volume 925.258 lot saham senilai Rp 420,029 miliar. Hanya 6 saham yang mencatat kenaikan harga, 99 saham mengalami penurunan dan 283 saham lainnya stagnan.Saham unggulan mendominasi saham-saham yang mengalami penurunan harga terbesar (top loser) antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 750 menjadi Rp 14.200, Telkom (TLKM) turun Rp 400 menjadi Rp 8.000, Astra Internasional (ASII) turun Rp 250 menjadi Rp 5.550, Indosat (ISAT) turun Rp 175 menjadi Rp 4.000, Bank BCA (BBCA) turun Rp 100 menjadi Rp 3.875, Bank BRI (BBRI) turun Rp 100 menjadi Rp 1.725 dan Indofood Sukses Makmur (INDF) turun Rp 50 menjadi Rp 725.Sedangkan saham-saham yang mengalami kenaikan harga di jajaran top gainer adalah Bank Mega (MEGA) naik Rp 150 menjadi Rp 1.675, Lippo Karawaci (LPKR) naik Rp 50 menjadi Rp 725, Bank CIC (BCIC) naik Rp 5 menjadi Rp 125, Artha Pacific Securities (APIC) naik Rp 5 menjadi Rp 55 dan Lippo E-net (LPLI) naik Rp 5 menjadi Rp 45.Akumulasi sejumlah sentimen negatif seperti kerusuhan Ambon dan melemahnya bursa regional serta rupiah membuat investor melepas saham-saham yang dimilikinya. Aksi lepas saham tersebut membuat indeks turun tajam hingga kembali ke level 700-an. Diprediksi, pada sesi kedua indeks masih akan turun namun tidak sebesar pada sesi pertama. (ani/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads