BLTA Lepas Obligasi Konversi US$ 100 Juta

BLTA Lepas Obligasi Konversi US$ 100 Juta

- detikFinance
Jumat, 12 Feb 2010 11:12 WIB
BLTA Lepas Obligasi Konversi US$ 100 Juta
Jakarta - PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) telah menyelesaikan penerbitan obligasi konversi bergaransi senilai US$ 100 juta melalui private placement di luar negeri pada 10 Februari 2010. Obligasi ini jatuh tempo tahun 2015.

Demikian disampaikan Direktur PT Berlian Laju Tanker Tbk Kevin Wong dalam keterangan tertulisnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (12/2/2010).

Melalui anak usaha perseroan, BLT International Corporation, mereka menyatakan telah selesaikan penerbitan obligasi konversi bergaransi. Nilai obligasi tersebut bernilai US$ 100 juta, dengan penetapan kupon yang dipatok 12%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Obligasi konversi bergaransi senilai US$ 100 juta, dengan kupon per tahun sebesar 12%," katanya.

Penyelesaian penerbitan ini melalui private placement di luar negeri pada tanggal 10 Februari 2010.

Sebelumnya perseroan mengumumkan akan menawarkan obligasi konversi. Penawaran obligasi ini dibuka hingga 10 Februari 2010. Obligasi bertenor 5 tahun ini berbunga 12%. Perseroan menunjuk J.P. Morgan dan PS Platau Markets AS sebagai advisor dan lead manager.

"Obligasi ini akan jatuh tempo pada tahun 2015 dan akan ditawarkan kepada profesional internasional serta investor instritusi," ujar Kevin.

Dalam penawaran obligasi ini, BLTA menawarkan put option yang dapat dieksekusi tiga tahun setelah penutupan.

Ditambahkannya, harga konversi awal didasarkan dari nilai kurs tetap Rp 9.362 per dollar AS. Premi konversi ditetapkan 10% di atas harga saham referensi, yaitu sebesar Rp 670.

"Apabila rata-rata aritmatis dari rata-rata tertimbang volume atas harga saham biasa perseroan lebih rendah dari harga konversi yang berlaku, maka harga konversi akan disesuaikan ke bawah menuju tanggal penutupan (reset reference price)," ucapnya.

Namun penyesuaian tersebut, lanjutnya, tidak boleh di bawah 80% dari harga konversi. Harga saham biasa tercatat pada periode 20 hari perdagangan sebelum tepat enam bulan setelah penutupan.

Dana atas obligasi konversi akan digunakan sebagai investasi dalam perdagangan cabotage. Perseroan juga akan membayar dan membeli kembali utang, termasuk obligasi konversi perseroan yang masih beredar dan dijamin perseroan.Β  Sisanya akan digunakan untuk modal kerja perseroan.

Perseroan berada di posisi untuk mendapatkan keuntungan dari hubungan jangka panjang yang sudah terbina antara perseroan dan Pertamina, ataupun operator minyak dan gas lain.

"Hal ini untuk memperoleh tambahan bisnis yang bersifat kontrak," imbuhnya.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads