Menurut Sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu, Garuda dan KS akan menggunakan laporan kinerja keuangan tahun 2009 untuk melakukan penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) tahun ini.
"Mereka masih menunggu hasil audit laporan keuangan tahun 2009, nanti Maret kan selesai. Setelah itu mereka cari undewriter," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (12/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka harus bisa selesai tahun ini. Jangan ditunda lagi," ujarnya.
Garuda berencana menggelar IPO di bulan Juni 2010. BUMN aviasi itu berencana menjual saham sebanyak maksimal 40 persen dengan target raupan dana sekira Rp 3-4 triliun.
Sementara jumlah saham KS yang akan dilepas ke publik yaitu maksimum 30 persen dan dilakukan secara bertahap. IPO ini salah satunya dilakukan untuk menutupi belanja modal (Capital Expenditure/Capex) dan juga investasi untuk pengembangan perseroan.
Β
(ang/dro)











































