"Pupuk Kaltim V telah memperoleh komitmen pinjaman Rp 3,5 triliun," ujar Direktur Utama Pupuk Kaltim Hidayat Nyakman saat dihubungi melalui sambungan telepon di Jakarta Jumat (12/2/2010).
Menurut Hidayat, dana tersebut akan digunakan untuk investasi Pupuk Kaltim V selama 3 tahun. Tahun ini, lanjutnya, investasi yang dibutuhkan Pupuk Kaltim V sebesar US$ 105 juta atau sekitar Rp 1 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, ia enggan membeberkan sumber komitmen pinjaman tersebut.
Sementara itu, Pupuk Kaltim selaku induk usaha juga tengah menjajaki pinjaman dari sejumlah perbankan nasional, diantaranya adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
"Sudah dapat dari BRI sebesar US$ 100 juta," ujarnya.
Dana pinjaman dari BRI tersebut akan digunakan untuk investasi. Kebutuhan investasi perseroan tahun ini sebesar US$ 240 juta. Dengan demikian, dana yang masih dibutuhkan perseroan sekitar US$ 140 juta.
Selain pinjaman perbankan, Pupuk Kaltim juga tengah menjajaki kemungkinan menerbitkan obligasi pada semester II-2010. Sayangnya ia juga belum dapat menyebutkan nilai obligasi yang akan diterbitkan.
"Kami masih menjajaki obligasi. Nilainya belum," ujarnya.
Â
Â
(dro/dro)











































