Indeks S&P 500 turun 0.3% menjadi 1,075.51, Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0.4% menjadi 10,099.14. Penurunan Indeks dipimpin saham Alcoa Inc. dan General Electric yang turun lebih dari 1.4%.
Regional Pagi: Saham-saham Australia bergerak turun di Senin pagi, seiring pelemahan pada sejumlah penambang yang melampaui penguatan pada sector financial. Alumina Ltd (-1.9%) dan Rio Tinto Ltd (-1.8%). Commonwealth Bank of Australia (+1.2%) dan Westpac Banking Corp (+1%).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Shinsei Bank Ltd (-4.8%) namun Aozora Bank Ltd (-0.9%). Produsen chi p menguat, Elpida Memory Inc (+0.6%) dan Tokyo Electron Ltd (+2%).
Bursa Korea Selatan, Singapura, China dan Hong Kong tutup untuk merayakan Lunar New Year. S&P/ASX 200 (-0.1%) 4,559 Nikkei 225 (+0.2%) 10,107
Commodity: Harga minyak untuk pengiriman bulan Maret turun US$ 1.15 (-1.5%) ke level 74.13 per barrel. Hal ini dipicu oleh kebijakan pemerintah China yang menurunkan reserve requirement perbankan. Hal ini dinilai akan memperketat likuiditas perbankan, disamping itu persediaan minyak mentah naik 2.42 juta barel menjadi 331.4 juta barel. Crude Oil (+0.2%) $74.3/bbl, Gold (+0.3%) $1.096/oz, CPO (+1.0%) 2.584RM/MT, Nickel (+1.0%) $18,640/MT, TIn (+0.2%) $16,225/MT.
Economic & Industrial News
Economic: Penerimaan PBB Ditarget Rp26,5 T
Pemerintah menargetkan penarikan pajak dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah (BPHTB) dalam target penerimaan APBN 2010 masing-masing sebesar Rp26,5 T dan Rp7,4 T. Hal itu terungkap dalam Surat Edaran Dirjen Pajak No.15/PJ/2010 tentang Rincian Rencana Penerimaan PBB dan BPHTB 2010 tertanggal 4 Februari 2010.
Economic: Bond Rp25 T Siap Banjiri Pasar
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengungkapkan sedikitnya 11 perusahaan, lima di antaranya bank pembangunan daerah, segera menerbitkan obligasi dengan nilai total Rp20 T hingga Rp25 T. Direktur Pefindo mengatakan 7 dari 11 perusahaan itu sudah meminta lembaganya memberikan peringkat. Sepanjang tahun, pefindo biasa memberikan peringkat efek kepada 90% dari total emisi obligasi.
Economic: Asing Miliki SUN Rp118,50 Triliun
Kepemilikan surat utang negara (SUN) asing hingga 11 Februari 2010 mencapai Rp118,50 triliun atau meningkat sekitar Rp3,48 miliar dibanding periode Januari 2010 senilai Rp115,02 triliun. Peningkatan nilai SUN tersebut menambah total kepemilikan SUN menajdi Rp602,38 triliun. Data pemerintah juga menyebutkan, kepemilikan SUN kategori nonperbankan mencapai Rp328,37 triliun dan surat berharga negara (SBN) yang dimiliki perbankan Rp252,61 triliun. Sedangkan kepemilikan SUN oleh BI senilai Rp21,40 triliun.
Economic: Harga Produk Makanan Akan Naik 10%
Harga produk makanan di dalam negeri diperkirakan naik hingga 10% mulai kuartal kedua tahun ini, menyusul kelangkaan bahan baku dan lonjakan harga komoditas primer. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dam Minuman (Gapmmi) mengatakan komoditas primer menjadi bahan baku utama industri makanan olahan, seperti gula dan kedelai melonjak 50%-70%, sementara pasokan bahan baku konsentrat di pasar global mulai langka.
Banking: BI Desak Bank Hitung Struktur Biaya
BI meminta perbankan menghitung struktur biaya dana dan operasional sebagai referensi dalam menghitung rasio margin bunga bersih (net interest margin/NIM). Pjs. Gubernur BI mengatakan bank sentral tengah melakukan pengkajian struktur biaya dana dan kebutuhan perbankan dalam melakukan operasional. Untuk itu bank sentral membutuhkan referensi dari perbankan.
Corporate news
SMRA: Penjualan Summarecon Diprediksi Rp 1,30 Triliun
PT Summerecon Agung Tbk memperkirakan dapat membukukan penjualan sebesar Rp 1,30 triliun dan laba bersih sebesar Rp 165 miliar pada akhir 2009, lebih tinggi dari proyeksi analis. Angka penjualan dan laba final masih menunggu hasil audit laporan keuangan, yang menurut peraturan paling lambat harus dipublikasikan 3 bulan setelah tanggal tutup buku.
INDY: Tripatra Raih Kontrak US$ 800 Juta
Anak usaha PT Indika Energy Tbk, PT Tripatra Engineering mengantongi kontrak untuk engineering, procurement, & construction (EPC) dan layanan jasa lainnya sebesar US$ 800 juta. Dari kontrak tersebut, sebanyak US$ 200 juta dikerjakan pada tahun ini dan sisanya pada 2011.
AALI: Astra Agro Incar Bisnis Tumbuh 5%
PT Astra Agro Lestari Tbk akan menambah lahan pada tahun ini sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Dan perseroan mematok pertumbuhan bisnis hingga 5% dibandingkan dengan tahun lalu. Terkait rencana penambahan lahan tersebut, perseroan memproses HGU (Hak Guna Usaha).
BLTA: Jaminkan 21% Saham
PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) menjaminkan sekitar 21,2% saham perseroan dalam penerbitan obligasi konversi senilai US$100 juta. Surat utang bergaransi itu diterbitkan oleh anak usaha perseroan, BLT International Corporation. Saat ini, jumlah saham Berlian Tanker yang tercatat di BEI sebanyak 5,98 miliar unit.
BCIP: Bumi Citra Akuisisi Lahan Baru
PT Bumi Citra Permai Tbk akan mengakuisisi lahan baru di Bojonegara, Banten, menyusul penjualan kaveling milik perseroan seluas 13 Hektare di kawasan industri Millenium Industrial Estate di Tangerang senilai Rp65 M. Transaksi penjualan kaveling yang jadi modal akuisisi lahan baru itu terjadi awal Februari 2010. Pembelinya adalah PT Electric Stanley Indonesia, perusahaan pemasok suku cadang sepeda motor Honda dan Suzuki, yang juga beroperasi di kawasan industri millenium.
ADHI: Adhi Karya Garap Proyek Rp455,48 M
PT Adhi Karya Tbk meraih proyek baru pembangunan gedung perkantoran milik PT Wisma Purnayudha Putra di Jakarta, senilai Rp455,48 M. Sekretaris Perusahaan Adhi Karya ini menyatakan proyek yang akan dibangun itu terdiri dari 30 lantai, dan dikerjakan dalam waktu 21 bulan dan mulai dikerjakan pada bulan ini.
WIKA: Proses Peringkat Obligasi
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) tengah berupaya mendapatkan peringkat untuk obligasi yang akan diterbitkan perseroan pada 1H10. Perusahaan konstruksi itu menargetkan perolehan dana sekitar Rp300-400 miliar. WIKA membutuhkan dana Rp412,6 miliar untuk membiayai capex tahun ini. Dana capex tersebut naik 28,5% dibanding 2009. Perseroan akan menggelontorkan dana Rp118,6 miliar untuk investasi pada aset tetap. Sisanya Rp294 miliar untuk mengembangkan usaha.
BMRI: Mandiri dan BNI Tunda Tambah Saham
PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Negara Indonesia Tbk kemungkinan besar akan menunda rencana penambahan saham yang beredar di bursa pada tahun ini, lantaran pemerintah hanya menetapkan dua perusahaan yang bisa di privatisasi pada 2010. Sekretaris kementerian BUMN menuturkan sejauh ini tim privatisasi telah menetapkan PT Garuda Indonesia dan PT Krakatau Steel untuk dilepas ke pasar pada tahun ini.
ADMF: Adira Cari Dana Rp 5 Triliun
PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) mencari pendanaan hingga Rp 5 triliun guna mendukung pembiayaan kendaraan bermotor yang ditargetkan mencapai Rp 17,50 triliun pada tahun ini. Perseroan mengakji pinjaman perbankan dengan skema joint financing dan emisi obligasi guna memenuhi kebutuhan pendanaan bagi penyaluran pembiayaan tersebut. Bank Danamon selaku induk usaha akan mendukung 85% dari kebutuhan dana tersebut.
JSMR: Siap Akusisi Tol Milik Bakrie
PT Jasa Marga Tbk (JSMR) tengah memfinalisasi proses akuisisi dua ruas tol lingkar luar Jakarta (JORR) II senilai Rp5,4 triliun. Kedua ruas tol itu adalah Cimanggis-Cibitung milik konsorsium Bakrie dan Serpong -Cinere milik konsorsium Thiess. Baik konsorsium Bakrie maupun konsorsium Thiess telah sepakat Jasa Marga masuk ke masing-masing tol milik konsorsium itu sebagai pemilik mayoritas.
MPPA: Bapepam Minta Matahari Gelar RUPS Independen
MPPA dan LPPF akan menggelar RUPSLB pada 4 Maret mendatang dengan agenda utama meminta persetujuan penjulaan 90,76% sahaam LPPF milik MPPA kepada Meadow Asia Company Limited (MAC). RUPSLB ini akan mendapat pengawasan dari Bapepam LK agar perusahaan itu tidak merugikan pemegang saham publik atau independen.
AKRA: Rights Issue Raih Target
Right issue AKRA melalui mekanisme HMETD berjalan mulus. Sekitar 99,9% pemegang saham mengeksekusi right issue iru. Pemegang saham lama membeli 629,99 juta saham dari total 627,65 juta saham yang ditawarkan. AKRA membandrol harga saham baru itu Rp860 per saham.
Rumor
Harga saham PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) dikabarkan bakal diangkat menuju Rp150 dalam jangka pendek. Rencana pembangunan jalan tol baru yang terhubung langsung ke proyek perseroan akan menjadi momentum kenaikan harga ASRI. Selain itu, kerja sama perseroan dengan investor asing dalam pengerjaan proyek bernilai besar juga bakal turut mengerek harga saham.
Harga saham PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) berpeluang menguat menembus Rp150 dalam jangka pendek. PT Gajak Tunggal Tbk (GJTL) disebut-sebut oleh beberapa pelaku pasar segera menjual 28,9% saham Polychem ke investor Singapura. Perseroan sedang mengkaji mekanisme pelepasan saham tersebut. Selain itu, membaiknya kinerja Polychem seiring perbaikan fasilitas produksi, efisinesi energy, pembelian perlengkapan mesin, dan peningkatan produk bahan kimia juga bakal berdampak positif.
Technical Picks
- PTBA (15800) – BUY
- SGRO (2700) – BUY
- ITMG (30850) – BUY
- PGAS (3650) – BUY.
(etr/qom)











































