Demikian disampaikan oleh CEO Star Energy, Bret Mattes dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Senin (15/2/2010).
"Obligasi ini memungkinkan kami untuk dapat menyelesaikan keweajiban-kewajiban keuangan pada kegiatan operasional panas bumi dan juga menciptakan modal awal dan memungkinkan perseroan melaksanakan proyek perluasan Wayang Windu yang telah direncanakan, dimana Unit 3 nanti akan menghasilkan 127 MW tambahan kapasitas listrik," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Star Energy Geothermal merupakan perusahaan operator proyek-proyek panas bumi di Indonesia. Pembangkit terbesarnya adalah Wayang Windu di Bandung.
Pembangkit Wayang Windu memulai operasi pada Juni 2000 melalui 2 unit pembangkit yang ada dengan kapasitas 217 MW. Rencananya perseroan akan menambah pembangkit Unit 3.
(dnl/qom)











































