Hal itu dilakukan setelah MPPA menjual PT Matahari Department Store Tbk (MDS) ke CVC Capital Partners (CVC) melalui Meadow Asia Company Ltd (MAC) senilai Rp 7,2 triliun.
"Creditwatch diberikan untuk mengindikasikan kemungkinan penurunan profil kredit MPPA setelah divestasi unit bisnis utama," jelas analis dari Pefindo, Vonny Widjaja dalam siaran persnya, Senin (15/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun profil risiko keuangan perusahaan akan sangat dipengaruhi oleh keputusan perusahaan untuk menggunakan dana kas yang besar yang diperoleh dari divestasi," imbuh Vonny.
Bila rencana perusahaan untuk mengggunakan sebagian besar dari dana tersebut untuk membayar utang dapat terealisasi, maka perseroan bisa memperbaiki leverage keuangan dan menghemat biaya bunga yang besar.
Seperti diketahui, pada 23 Januari 2010 lalu, MPPA dan MAC telah menandatangani perjanjian jual beli. MPPA menjual 90,76% kepemilikan di MDS dengan harga Rp 2.705,33 per saham. MPPA akan mempertahankan kepemilikan tidak langsung di MDS dengan memiliki sekitar 20% saham MAC.
MPPA merupakan perusahaan ritel terbesar dengan sasaran pelanggan kelas menengah ke atas. Pada akhir 2009, MPPA mengoperasikan 87 MDS, 26 Foodmart, 46 Hypermart, 54 Boston HBC Center, 16 Times Book Store, 72 Gerai TimeZone. Per 30 September 2009, pemegang saham MPPA adalah PT Multipolar Corporation Tbk dengan kepemilikan 50,0653% dan PT Star Pacific Tbk yang sebelumnya dikenal dengan nama PT Lippo E-Net Tbk (6,7922%).
"Pefindo akan terus memantau perkembangan rencana divestasi dan penggunaan dana hasil divestasi tersebut pada keseluruhan kinerja bisnis dan keuangan MPPA di masa mendatang," jelas Vonny. (qom/dnl)











































