Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Selasa, 16 Feb 2010 09:20 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Bursa di AS libur karena perayaan President Day. Pada pedagangan sebelumnya, Jumat 12 Februari 2010 bursa di AS kembali melemah. Indeks S&P 500 turun 0.3% menjadi 1,075.51, Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0.4% menjadi 10,099.14. Penurunan Indeks dipimpin saham Alcoa Inc. dan General Electric yang turun lebih dari 1.4%.

Regional Pagi: Saham-saham Jepang menguat di Selasa pagi, seiring spekulasi bahwa Uni Eropa akan menawarkan upaya untuk membantu Yunani dalam mengurangi deficit anggarannya. Selain itu, penguatan juga dipicu oleh menguatnya harga logam di London. Nippon Airways Co (+3.9%) setelah Citigroup menaikkan rating saham perusahaan menjadi 'buy'. Saham Sumitomo Corp (-3.7%) meski perusahaan telah menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan penawaran untuk membeli saham mayoritas di Jupiter Telecommunications Co.

Bursa Australia juga bergerak naik, dengan dibantu oleh sektor keuangan setelah laporan kuatnya pendapatan. Westpac Banking Corp (+4.1%) setelah peminjam tersebut mencatatkan kenaikan pendapatan pada 1Q. National Australia Bank Ltd (+2.3%) dan Australia & New Zealand Banking Group (+3.1%). Namun, Foster's Group Ltd (-2.7%) setelah mencatatkan laba 1H yang di bawah ekspektasi market. Nikkei 225 (+0.3%) 10,046 Kospi (+0.4%) 1,600 S&P/ASX 200 (+0.9%) 4584 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Commodity: Harga minyak mentah untuk pengiriman bulan Maret naik tipis ke level US$ 74.03 per barel, atau naik 3 sen. hal ini dipicu menguatnya US dollar terhadap Euro. US dollar diperdgangkan pada level $ 1.3599 per Euro. Crude Oil (unc) $74.1/bbl, Gold (+0.1%) $1.102/oz, CPO (+1.0%) 2.584RM/MT, Nickel (+3.8%) $19,350/MT, TIn (+1.7%) $16,495/MT.

Economic & Industrial News

Economic: Rasio Utang RI di Atas Rata-rata

Rasio utang Indonesia terhadap pendapatan nasional bruto (gross national income/GNI) lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata rasio utang terhadap GNI negara-negara berkembang selama periode krisis. Laporan bank dunia bertajuk Global Development Finance: external debt of developing countries yang dikutip dari situs resmi Bank Dunia kemarin menunjukkan rasio utang Indonesia terhadap GNI hingga akhir 2008 mencapai 35%. Rasio tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata rasio utang terhadap GNI di 128 negara berkembang yang hanya sebesar 22,1%.

Economic: Pasar SUN Bakal Diguyur Dana Asing US$3 Miliar

Psar Surat Utang Negara (SUN) berpotensi terguyur dana berkisar US$2-3 miliar atau Rp20-30 triliun tahun ini. Dana tersebut merupakan bagian dari US$3-5 miliar dana asing yang diperkirakan masuk investasi portofolio domestik selama 2010.

Banking: BI Siapkan Bahan Revisi UU Perbankan

BI menyiapkan bahan revisi UU No.10/1998 tentang Perbankan untuk memperkuat peran pengawasan dan memperluas pengaturan yang sesuai dengan kompleksitas industri keuangan dan mengurangi wilayah yang belum terawasi. Deputi Gubernur BI menjelaskan saat ini ada keperluan merevisi UU perbankan karena menegakkan stabilitas di industri keuangan itu tidak cukup hanya dengan mengatur perbankan sehingga perlu diperluas.

Corporate news

ASRI: Sedia Dana Akuisisi Rp 1 Triliun

Tahun ini, PT Alam Sutera Realty (ASRI) siap mendorong rencana ekspansinya, dengan menganggarkan dana hingga Rp 1 triliun untuk mengakuisisi sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang perkantoran dan perhotelan. Terkait hal tersebut, perusahaan menyatakan telah mendapat tawaran dari beberapa perusahaan untuk mereka akuisisi.

ANTM: SiapAmbil Alih 40% Saham Inalum

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berminat untuk mengambil alih 40% saham milik Pemerintah Indonesia pada PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Antam tertarik menyinergikan bisnis perseroan dengan Inalum ke depan. Pemerintah Indonesia memiliki 41,12% saham Inalum dan sisanya 58,88% dimiliki Nippon Asahan.

BNBR: Cari Dana ke Timur Tengah

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) tengah mencari dana ke sejumlah investor di Timur Tengah. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur. BNBR juga berencana menerbitkan equity linked notes senilai US$200-250 juta. Surat utang bertenor pendek yang bisa dikonversi ke saham itu bakal diterbitkan tahun ini. Sebesar 30-40% dana hasil emisi surta utang tersebut akan digunakan untuk melunasi utang jangka pendek.

BMRI: Garuda Diminta IPO 3Q10

PT Bank Mandiri Tbk mengusulkan agar IPO saham PT Garuda Indonesia dilaksanakan pada 3Q10. Saat ini, Bank Mandiri menguasai sekitar 10% saham Garuda, menyusul dicapainya kesepakatan penyelesaian mandatory convirtible bond senilai hampir Rp1 triliun.

BNGA: Emisi Bond US$300 Juta

PT Bank CIMB Niaga Tbk pada 1Q10 akan menerbitkan obligasi subordinasi (subdebt) sebesar

US$300 juta untuk menutupi utang jatuh tempo pada tahun ini dan tahun depan. Presdir CIMB Niaga mengatakan pada tahun ini utang jatuh tempo berupa subdebt sebesar US$100 juta, sehingga diperlukan tambahan dana dari pasar untuk menutupi kebutuhan tersebut.

ENRG: Danatama Crossing Saham Rp1,3 Triliun

PT Danatama Makmur memfasilitasi transaksi tutup sendiri (crossing) saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) senilai Rp1,36 triliun di pasar negosiasi BEI. Transaksi itu diduga terkait penerbitan saham baru (right issue) perusahaan migas milik keluarga Bakrie tersebut. Hingga akhir transaski kemarin, volume saham Energi yang di-crossing mencapai 7,39 miliar saham.

INTA: Targetkan Pendapatan 2010 Naik Hingga 20%

PT Intraco Penta Tbk (INTA) menargetkan pendapatan untuk tahun 2010 naik antara 15% hingga 20% menjadi sekitar Rp 1,15 triliun hingga Rp 1,2 triliun. Perusahaan memperkirakan dapat menjual sebanyak 500 unit alat berat, sama dengan tahun lalu. Sementara, laporan keuangan INTA yang belum diaudit menunjukkan bahwa pendapatan perusahaan alat berat itu mencapai Rp 1 triliun pada 2009.

BKSL: Akhirnya Dapat Restu Akuisisi Bukit Jonggol

Akhirnya, PT Sentul City Tbk (BKSL) mendapat restu untuk mengakuisisi Bukit Jonggol. Dalam RUPSLB yang digelar kemarin, pemegang saham yang hadir mencapai 79,1%, atau telah memenuhi kuorum. Dan dari, jumlah yang hadir tersebut, sekitar 99% menyetujui aksi korporasi tersebut karena dinilai dapat mengembangkan kinerja perusahaan.

IPO: Megapolitan dan Sarana Menara Segera IPO Saham

PT Megapolitan Development dan PT Sarana Menara Nusantara segera mendapatkan pernyataan efektif IPO saham. Megapolitan berniat melepas sekitar 25% saham kepada publik untuk meraup dana sekitar Rp300-400 miliar. Sedangkan Sarana Menara menargetkan perolehan dana sekitar Rp500 miliar melalui penawaran saham sekiatr 11%.

IPO: Megapolitan Developments Investasi Rp2 T di Bogor Dari Dana Hasil IPO

Perusahaan properti, PT Megapolitan Developments, akan menggarap proyek Cimandala City, Bogor, Jawa Barat, dengan investasi Rp2 triliun tahun ini. Dananya dari kas, hasil penawaran saham perdana (IPO), dan perbankan. Komisaris Grup Megapolitan Developments Sudjono Barak Rimba mengatakan perseroan berencana menggunakan sebagian dari dana IPO yang direncanakan terealisasi pada kuartal II-2010 itu untuk menggarap proyek Cimandala City seluas 17 hektare.

Rumor

Harga saham PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) berpotensi menguat menuju Rp140-150 dalam jangka pendek. Negosiasi pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 130 MW oleh perseroan bakal menjadi momentum kenaikan harga KIJA. Selain itu, rencana pembanguan terminal peti kemas di kawasan industri Cikarang tahap III juga bakal memicu potensi kenaikan harga saham.

Harga saham PT Mitra Investindo Tbk (MITI) dikabarkan bakal diangkat menuju Rp70-75 dalam jangka pendek. Disebut-sebut ada investor asing yang siap mendanai perseroan untuk mengakuisisi perusahaan batubara sekitar US$50-70 juta. Keberhasilan perseroan meraih pesanan batu granit dari Singapura juga bakal berdampak positif.

Corporate Action

Hari ini (16/2), start trading period warrant Bakrie Sumatra Plantations Tbk (UNSP), ratio 1 : 1 Rp 530. End trading period (11feb13) u/ UNSP, stp 15 shm br hsl HMETD melekat 1 Waran Seri II

Hari ini (16/2), start trading period rights issue Bakrie Sumatra Plantations Tbk (UNSP), ratio 5(new) : 2(old)

Technical Picks

  • BDMN  (4725)- Buy on Weakness
  • SGRO (2600) – Buy on Weakness
  • LPKR (530) – BUY
  • WIKA (335) – HOLD.



(etr/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads