Pasalnya, anak usaha BPUI dapat menghasilkan keuntungan besar yang dapat mengembalikan utang yang saat ini menjadi beban pemerintah setelah dihibahkan oleh Bank Indonesia (BI).
Demikian dikatakan oleh Anggota Komisi XI, Andi Rahmat usai Panja RDP dengan Gubernur Bank Indonesia, di Gedung DPR-RI, Jakarta, Selasa (16/02/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Utang pemerintah terdiri dari utang pokok sebesar Rp 250 miliar dan Utang bunga dan denda sebesar Rp 950,18 miliar. Saat ini, lanjut Andi pemerintah cenderung berhati-hati sekali karena menyangkut utang. "Karena utang tersebut tidak bisa di hilangkan (write off) begitu saja," tegasnya.
Untuk diketahui BPUI memiliki anak usaha seperti PT Askrindo, Bahana Artha Ventura, Bahana Securities dan Bahana TCW Investment Management.
"Bahana Securities termasuk salah satu perusahaan penjamin emisi terbesar di Indonesia. Pastinya akan sangat menguntungkan bagi pemerintah," ungkap Andi.
Â
Â
(dru/dro)











































