Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Rabu, 17 Feb 2010 09:31 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Pasar saham US mengalami kenaikan terbesar sejak bulan November setelah perusahaan manufaktur di New York tumbuh dalam fase tercepatnya selama 4 bulan dan pendapatan Barclays Plc's melebihi estimasi sehingga menumbuhkan kembali sinyal perbaikan ekonomi.

U.S. Steel Corp. dan Chevron Corp. mengalami kenaikan di level 2.8% yang sebelumnya diawali dengan kenaikan dari sektor komoditi. Bank of America dan Citigroup Inc. juga mengalami kenaikan setelah kenaikan pendapatan Barclays, bank terbesar kedua di UK didorong oleh investment banking dan penjualan unit aset manajemen. Merck & Co naik 2% setelah pendapatan kwartal empat di atas estimasi para analis. General Growth Properties Inc., pemilik mall terbesar kedua di US naik 28%. Indeks Standard & Poor's 500 (+1.8%) ke 1,094.87. Dow Jones Industrial Average (+1.7%) ke 10,268.81.

Regional Pagi: Bursa saham Asia naik untuk keenam kalinya dalam 7 hari oleh spekulasi akan pulihnya perekonomian dunia menyusul menguatnya harga-harga komoditas, produksi New York tumbuh lebih cepat dari estimasi dan Barclays Plc mencatatkan laba lebih dari 2 kali lipat. Rio Tinto Group (+2.6%) dan Mitsubishi Corp . (+2.7%) setelah naiknya tembaga dan minyak. Toshiba Corp (+3.8%) Australia & New Zealand Banking Group Ltd. (+3.3%) S&P/ASX 200 (+1.4%) 4630 Nikkei 225 (+2.01%) 1,622 Kospi (+1.36%) 1,622 STI (+1.3%) 2793

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Commodity: Minyak mentah melajutkan kenaikan pada perdagangan di New York setelah nilai tukar dollar turun terhadap euro setelah spekulasi bahwa Yunani tidak akan membutuhkan bantuan dana dari Europe Union untuk mengurangi defisit keuangan.

Minyak mengalami kenaikan tertinggi dalam empat bulan pada perdagangan kemarin setelah euro rebound dari level terendahnya terhadap dollar selama sembilan bulan. Melemahnya US dollar diakarenakan komoditi dijadikan sebagai alternatif investasi. Harga minyak juga dipengaruhi oleh tumbuhya perusahaan manufaktur di kawasan New York dalam fase tercepatnya selama 4 bulan. WTI Crude (+0.1%) $ 77.1/barrel Gold (-0.2%) USD 1,117/t oz CPO (+1.0%) RM 2,584/MT Nickel (+5.0%) USD 20,325/MT TIn (+1.2%) USD 16,700/ MT

Economic & Industrial News


Economic: Rupiah Berpeluang Terbaik di Asia

Rupiah kembali berpeluang menempati urutan teratas dalam daftar 10 mata uang Asia yang paling banyak diperdagangkan pada tahun ini. Hal tersebut didukung oleh laju pertumbuhan PDB Indonesia yang mencapai 5,4% pada 4Q09 serta perbaikan lingkungan eksternal. Sejak BPS melaporkan pertumbuhan ekonomi tersebut pada 10 Februari lalu, nilai tukar rupiah tercatat meningkat 0,5%. Hingga bulan kedua tahun ini, rupiah menempati urutan ketiga dalam daftar kinerja mata uang Asia, dengan peringkat pertama diduduki oleh won Korea Selatan disusul oleh rupee India.

Economic: Surplus Neraca Pembayaran 4Q Naik Jadi $ 4 Miliar – BI

Indonesia mencatat surplus neraca pembayaran sebesar $ 4 miliar selama 4Q09, naik dari $ 3,5 miliar pada periode Juli hingga September, ungkap Bank Indonesia. Tingginya surplus disebabkan oleh pulihnya ekspor, yang membantu mendorong surplus current account menjadi $ 3,4 miliar pada kuartal tersebut dari $ 2,2 miliar pada tahun sebelumnya. Sepanjang 2009, surplus neraca pembayaran naik menjadi $ 10,6 miliar dari $ 0,1 miliar pada 2008.

Economic: Minat Investor Jepang Terhadap RI Meningkat

Kondisi perekonomian nasional yang stabil meningkatkan kepercayaan investor Jepang untuk berinvestasi di Indonesia. Japan Bank for International Cooperation (JBIC) menyebutkan peringkat Indonesia sebagai tujuan investasi Jepang akan menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asean. Namun, Indonesia masih akan sulit menggeser posisi China dan India.

Economic: Penyerapan Tenaga Kerja Diprediksi Tumbuh 3,7%

ADB memperkirakan pemulihan ekonomi dunia, yang berdampak positif bagi ekspor nasional, akan membuat penyerapan tenaga kerja di Indonesia tumbuh 3,7% pada tahun ini. Laporan terbaru Bank Pembangunan Asia (ADB) menyebutkan pertumbuhan lapangan pekerjaan di Tanah Air diperkirakan lebih tinggi dibandingkan dengan China, Hong Kong, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Thailand dan Sri Lanka.

Corporate news


BBNI: Laba Bersih 2009 Rp 2,48 Triliun VS Rp 1,22 Triliun

PT Bank Negara Indonesia (BBNI) membukukan kenaikan laba bersih pada 2009 menjadi Rp 2,48 triliun ($ 266 juta), dari Rp 1,22 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara itu, net interest income naik 14% menjadi Rp 11,13 triliun, dari Rp 9,91 triliun seiring meningkatnya kredit. Per 31 Desember 2009, total outstanding kredit BNI naik menjadi Rp 120,84 triliun, dari Rp 111,99 triliun pada tahun 2008. Dan untuk tahun ini, perusahaan mengekspektasikan kenaikan total pinjaman sebesar 14% hingga 17%.

BNGA: Laba CIMB Niaga Melonjak pada 2009

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) berhasil mencetak laba bersih bersih per saham juga mengalami kenaikan dari Rp 28,14 pada tahun 2008 menjadi Rp 65,52 pada tahun 2009. Menurut laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, Selasa (16/2/2010), kenaikan laba bersih itu terutama didorong oleh kenaikan laba operasional dari Rp 1,287 triliun pada tahun 2008 menjadi Rp 2,178 triliun pada tahun 2009.

NISP: Laba Bersih 2009 Naik 38% YoY

Sepanjang tahun 2009, Bank OCBC NISP Tbk (NISP) memcatatkan kenaikan laba bersih sebesar 38% yoy. Hal tersebut menunjukkan kian membaiknya tingkat efisiensi dan produktivitas perusahaan. Dana masyarakat meningkat 11% yoy, dengan komposisi giro dan tabungan terhadap total DPK menjadi 56% yang menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat. NPL masih di posisi rendah yaitu 1,39%, menunjukkan kehati-hatian bank dalam memberikan kredit tengah kondisi perekonomian yang belum pulih seutuhnya.

ANTM: Proyeksikan Laba Di Atas Rp 400 Miliar

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memproyeksikan dapat mencatat laba bersih di atas Rp 400 miliar, lebih tinggi dari angka yang dirilis kementerian BUMN yaitu Rp 371 miliar. Saat ini perseroan masih merampungkan audit terhadap kinerja tahun lalu. Untuk tahun ini, perseroan akan fokus pada proyek-proyek yang sudah dijalankan sebelumnya, dan Antam telah menyediakan dana untuk belanja modal sebesar US$ 180 juta.

BNBR: Incar Dana US$ 150 Juta

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengincar dana US$ 100 juta- US$ 150 juta dari dua pemodal institusi di Dubai dan Abu Dhabi. Satu manajer investasi yang terlibat dalam penjajakan dana tersebut mengatakan kedua pemodal asing itu telah merespon penawaran investasi khususnya pada beberapa proyek infrastruktur Grup Bakrie.

CTRA: Beli Saham Rp371,2 Miliar

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) menggelontorkan dana Rp371,25 miliar untuk membeli 22,74% saham PT Ciputra Surya Tbk (CTRS). Perseroan telah meningkatkan kepemilikan sahamnya pada Ciputra Surya menjadi 62,7% dari sebelumnya 39,9%.

PTPP: Bidik Kontrak Rp 2,4 Triliun pada 1Q10

PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) menargetkan dapat memperoleh kontrak proyek hinggaRp 2,4 triliun pada akhir 1Q10, atau 18,46% dari target kontrak sepanjang tahun 2010 yaitu Rp 13 triliun. Adapun kontrak yang diincar berupa proyek infrastruktur dan konstruksi gedung. Selain itu, pada tahun ini perusahaan akan menjadi pemodal di pembangkit listrik Cilegon.

BCIP: Bumi Citra Siapkan Investasi Rp 150 Miliar

PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) menyiapkan dana investasi Rp 150 miliar secara bertahap untuk membangun fasilitas infrastruktur seperti pembangkit listrik, instansi pengolahan air, dan infrastruktur jalan di kawasan Industri Millenium, Cikupa.

BBNI: Cari Rp7 T

PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk pada tahun ini akan mencari dana Rp7 T untuk meningkatkan struktur permodalan melalui penawaran saham terbatas (right issue) dan penerbitan obligasi subordinasi. BNI juga menggelar divestasi sebagian saham anak usaha untuk konsolidasi dan menyehatkan kinerja seiring dengan rencana membentuk BNI Incorporate.

Perseroan juga berencana mengakuisisi bank pada 2011. Bank yang akan dibidiknya akan dikembangkan sebagai bank spesialisasi kredit mikro mengingat segmentasi bisnis BNI masih terfokus di kelas menengah besar. Pihaknya ingin mengoptimalkan ekspansi ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini karena pertumbuhan sektor tersebut sepanjang 2009 mampu berkontribusi besar. Jika pertumbuhan kredit secara total hanya 8%, sektor UMKM dapat tumbuh 44% disusul kredit korporasi 34%. (bisnis/yc)

BNGA: Jajaki Akuisisi Multifinance

PT Bank CIMB Niaga Tbk mulai mengarahkan lini bisnis menjadi universal banking dengan membeli perusahaan multifinance, meskipun saat ini memiliki perusahaan serupa. Rencana itu seiring dengan target perseroan untuk meningkatkan kontribusi pendapatan ke induk perusahaan CIMB Group dari tahun ini 20% menjadi 40% pada 2015. Kontribusi pendapatan itu meningkat dalam 2 tahun terakhir dari semula 14%.

AKRA: 59,65% Saham Dimilki Arthakencana

PT Arthakencana Rayatama masih menjadi pemegang saham mayoritas PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) setelah perseroan melangsungkan penawaran umum terbatas dengan hak memesan terlebih dahulu (HMTED). Arthakencana memiliki 59,65% saham dari sebelumnya 71,11% saham perseroan.

IPO: Garuda Pastikan IPO Saham 3Q10

PT Garuda Indonesia memastikan IPO saham perseroan terealisasi pada 3Q10. Garuda menargetkan dana hasil IPO sebesar US$300-400 juta. Garuda menargetkan pertumbuhan laba bersih tahun ini sebesar 20% menjadi Rp1,2 triliun. Pendpaatan ditargetkan naik menjadi Rp21,6 triliun dibandingkan ekspektasi 2009 sebesar Rp18 triliun.

IPO: IPO Sarana Menara Ditargetkan Efektif 25 Februari

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (SMN) berharap Bapepam-LK dapat mengeluarkan pernyataan efektif IPO saham perseroan pada 25 Februari 2010. SMN menargetkan pencatatan saham (listing) di BEI pada Maret 2010, dengan melepas 11% saham ke publik.

Rumours

Harga saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) berpeluang menguat menuju Rp700 dalam jangka pendek. Investor asal Timur Tengah disebut-sebut berminat membeli saham perseroan melalui right isuue. Pemodal asing tersebut tertarik karena hasil right issue digunakan untuk mengakuisisi perusahaan sawit dan oleokimia miliki Grup Domba Mas.

Harga saham PT Sentul City Tbk (BKSL) berpotensi naik menuju Rp110-120 dalam jangka pendek. Salah satu pengusaha besar Indonesia dikabarkan bakal masuk ke dalam struktur pemegang saham perseroan setelah right issue. Pasalnya, dana hasil penerbitan saham baru tersebut digunakan untuk akuisisi PT Bukit Jonggol Asri senilai Rp1,45 triliun. Selain itu, perseroan bakal bekerja sama dengan pengembang mal dan hotel ternama untuk membangun properti di pusat kota Jakarta.

Technical Picks


  • ASII (35700) – Sell on Strength
  • BBRI (7650) – HOLD
  • ADRO (1860) – BUY
  • BBCA (4675) – HOLD.
 

(etr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads