"Jangan terlalu risau urusan itu pokoknya kalian sudah lihat arahnya apa yang saya bilang beberapa minggu lalu betul, selalu ada faktor yang mempengaruhi sentimen pasar," jelas Darmin saat ditanya mengenai arah rupiah yang pagi ini melemah.
Ia menjelaskan, salah satu faktor yang mempengaruhi pasar akhir-akhir ini adalah masalah utang yang membelit Yunani. Invetor kini sedang menunggu penyelesaian Yunani yang akan dibantu oleh negara-negara Eropa lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait masalah krisis utang Yunani, Perdana Menteri George Papandreou mengatakan, pihaknya tidak mengharapkan adanya bailout dari negara-negara Uni Eropa. Pihaknya hanya ingin diberi ruang untuk 'bernafas' sehingga bisa memangkas defisit anggaran dan meminjam pada kondisi yang normal.
"Kita tidak menginginkan uang dari Jerman, Perancis, Italia atau pembayar pajak lainnya. Apa yang kami inginkan adalah dukungan politik untuk mengakhiri pencatutan dan fitnah atas negara kami," jelas Papandreou seperti dikutip dari AFP.
Penegasan itu disampaikan menyusul penolakan dari Jerman dan sejumlah negara-negara Eropa lainnya untuk memberikan bailout kepada Yunani yang sedang menghadapi utang senilai 120% dari PDB-nya pada tahun ini.
Masalah utang Yunani ini juga diperburuk dengan adanya rekayasa keuangan. Bank investasi AS Goldman Sachs mengungkapkan telah mengatur kesepakatan swap dengan pemerintah Yunani pada tahun 2001. Kesepakatan itu kemungkinan untuk menyembunyikan tambahan defisit dengan menangguhkan pembayaran bunga.
(qom/dro)











































