"Konsorsium bisa saja dipenuhi oleh 30 perusahaan, sehingga seluruh kebutuhan Sasol bisa dipenuhi," ungkap Direktur Utama PTBA, Sukrisno usai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Breakfast Meeting di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Kamis (18/2/2010).
PTBA saat ini tengah melakukan pembahasan intensif dengan SASOL, perusahaan asal Afrika yang akan membangun pabrik pengolahan untuk memproduksi batubara cair menjadi bahan bakar minyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sukrisno mengatakan, selama kurun waktu 30 tahun, PTBA sebenarnya mampu memproduksi batubara sebanyak 1,8 miliar ton. Namun ia mengaku tidak bisa menjual seluruh hasil produksi batubara kepada SASOL karena perseroan sudah terikat kontrak jual beli dengan PTBA.
"Kalau katakanlah turun sampai 500 juta ton kita bisa. Sisanya kita bikin konsorsium," katanya
Dengan membentuk konsorsium, kebutuhan batubara SASOL yang luar biasa banyak itu diharapkan bisa terpenuhi. Menurut Sukrisno, pada prinsipnya kontrak tersebut dinilai menguntungkan. Selain harga jual yang cukup tinggi, lanjutnya, jangka waktu kontraknya pun cukup lama, yakni selama 30 tahun.
Â
Â
(dro/dro)











































