Pada perdagangan Kamis (18/2/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat 83,66 poin (0,81%) ke level 10.392,90. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 7,24 poin (0,66%) ke level 1.106,75 dan Nasdaq menguat 15,42 poin (0,69%) ke level 2.241,71.
Namun indeks berjangka setelah penutupan perdagangan merosot tajam setelah Bank Sentral AS mengumumkan kenaikan suku bunga untuk pinjaman darurat bank. S&P Futures anjlok 9,7%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
The Fed mengumumkan langkah tersebut diambil setelah sinyal-sinyal pertumbuhan ekonomi terus menunjukkan perbaikan.
"Waktunya paling mengejutkan. Hari terakhir opsi jatuh besok (Jumat) dan ini akan menciptakan keguncangan pada pekan yang sudah cukup baik kita jalani," ujar Richard Sparks, analis dari Schaeffer's Investment Research seperti dikutip dari Reuters, Jumat (19/2/2010).
Pada sesi regular, investor mendapatkan sentimen positif dari data manufaktur mid-Atlantic namun juga dikejutkan oleh klaim pengangguran mingguan yang meningkat.
"Berita-berita ekonomi cukup bercampur," ujar Jim Awad, managing director Zephyr Management.
Perdagangan berjalan cukup moderat dengan volume transaksi di New York Stock Exchange mencapai 7,24 miliar, dibawah rata-rata tahun lalu sebanyak 9,65 miliar.
(qom/qom)











































