"Ada semacam penataan lanjut dari holding yang sekarang kan lebih operasional, nanti akan lanjut pada holding yang bersifat investment. Jadi nanti ada satu (perusahaan) di atas semuanya," kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (19/2/2010).
Saat ini, Semen Gresik sudah membawahi beberapa perusahaan semen lainnya milik pemerintah. Selama ini emiten berkode SMGR itu masih melakukan produksi dan distribusi. Dengan holding yang baru, Semen Gresik akan berkonsentrasi kepada investasi dan pengembangan usaha industri semen BUMN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, pemerintah memiliki kepemilikan saham mayoritas di 5 perusahaan semen, antara lain Semen Gresik, PT Semen Padang, PT Semen Tonasa, PT Semen Kupang, serta PT Semen Baturaja.
Dari jumlah tersebut, ada dua perusahaan berhenti berproduksi, yaitu Semen Kupang dan Semen Baturaja. Menurut Mustafa, kedua perusahaan yang berhenti beroperasi itu nanti akan disehatkan setelah masuk ke dalam holding baru tersebut.
Rencana pembentukan holding semen itu merupakan bagian dari program rigthsizing dan restrukturisasi BUMN. Jika sesuai rencana awal, maka holding semen itu nantinya akan bernama PT Semen Indonesia.
Â
Â
(ang/dro)










































