Mengawali perdagangan, IHSG langsung melorot berkala hingga sempat menyentuh level 2.527,745. Rentang pergerakan IHSG antara 2.527,745 hingga 2.559,933.
Seluruh bursa-bursa regional Asia jatuh cukup dalam, terutama bursa Hong Kong dan Jepang yang anjlok di atas 2%. Penurunan indeks future komoditas di busra Wallstreet tadi malam menjadi pemicu utamanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu-satunya sektor yang sejak awal perdagangan menahan laju koreksi IHSG adalah saham-saham sektor perbankan. Namun di tengah perdagangan sesi II, terjadi perlawanan balik. Para pembeli memburu saham-saham sektor pertambangan dan perkebunan serta konsumsi. Aksi beli ini berhasil mengangkat kembali IHSG dari level terendahnya hari ini.
Garis SMA5 (simple moving average), SMA20, dan SMA60 telah bertemu di satu titik. Biasanya kondisi ini menjadi sinyal terjadinya rally panjang seperti yang terjadi sejak Desember lalu. Melihat tren ini, sepertinya IHSG berpeluang naik pada perdagangan pekan depan.
Aktivitas investor asing cukup penub pertarungan antara penjual dengan pembeli. Transaksi jual asing tercatat sebesar Rp 646,440 miliar, sedangkan transaksi beli asing Rp 585,202 miliar. Transaksi jual bersih asing (foreign net sell) hanya sekitar Rp 61,238 miliar.
Pada perdagangan Jumat (19/2/2010), IHSG ditutup turun tipis 5,658 poin (0,23%) ke level 2.554,376. Indeks LQ 45 juga turun tipis 0,940 poin (0,19%) ke level 497,823.
Sementara nilai tukar rupiah melemah tipis ke level 9.348 per dolar, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.320 per dolar AS.
Bursa China dan Taiwan masih libur Imlek. Seluruh bursa-bursa regional Asia jatuh cukup dalam di zona negatif.
- Indeks Hang Seng anjlok 528,13 poin (2,59%) ke level 19.894,02.
- Indeks Nikkei 225 anjlok 212,11 poin (2,05%) ke level 10.123,58.
- Indeks Strait Times turun 16,80 poin (0,61%) ke level 2.752,39.
- Indeks KOSPI turun 27,29 poin (1,68%) ke level 1.593,90.
Perdagangan berjalan lambat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 58.000 kali pada volume 3,015 miliar lembar saham senilai Rp 2,395 triliun. Sebanyak 63 saham naik, 118 saham turun dan 74 saham stagnan.
Saham-saham paling aktif yang naik harganya antara lain BTPN naik Rp 250 ke Rp 6.150, Astra International (ASII) naik Rp 150 ke Rp 36.150, United Tractors (UNTR) naik Rp 150 ke Rp 17.050, Lonsum (LSIP) naik Rp 100 ke Rp 8.750, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 50 ke Rp 4.525, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 50 ke Rp 5.150.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 600 ke Rp 30.000, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 300 ke Rp 6.350, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 15.900, Telkom (TLKM) turun Rp 100 ke Rp 8.600, GUdang Garam (GGRM) turun Rp 50 ke Rp 24.050.
Β
(dro/qom)











































