Demikian disampaikan Direktur Keuangan CSAP Triana Soenaryo dalam rilisnya, Senin (22/2/2010).
"Pencapaian tahun lalu un-audited Rp 2,9 triliun. diproyeksi akan tumbuh 15% di tahun 2010," ungkapnua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama tahun 2009, perseroan telah melakukan konsolidasi utamanya pada sektor ritel bahan bangunan, yang menjadi backbone pertumbuhan pendapatan CSAP. Sampai saat ini perseroan telah memiliki 21 outlet baik Mitra10 ataupun Ekspress.
Ditargetkan, akan ada beberapa outlet baru yang dibangun. Selain itu, perseroan juga akan fokus ke sektor ritel kimia pada tahun 2010.
Tahun 2010, segmen ritel diperkirakan dapat tumbuh sebesar 19%. Hal ini didorong oleh membaiknya daya beli masyarakt serta minat pasar yang tinggi. Kontribusi pendapatan segmen ritel diprediksi mencapai 20% dari total pendapatan konsolidasi.
"Konsep belanja 'one stop shopping' yang nyaman dan ditata dengan baik serta lengkapnya semua kebutuhan bangunan mulai dari kebutuhan atap hingga lantai menjadi daya tarik utama kunjungan pelanggan ke Mitra10. Terlebih target utama Mitra10 adalah pemilik rumah yang ingin mempercantik atau melakukan renovasi," paparnya.
Selain segmen ritel melalui Mitra10, perseroan juga memiliki segmen distribusi yang menjadi kontributor utama pendapatan utama Perseroan dan pemimpin pasar untuk distribusi bahan bangunan dengan 32 cabang yang ada.
"kontribusi pendapatan segmen distribusi bahan bangunan menjadi 72% dari total pendapatan konsolidasi," tegasnya.
Untuk lini bisnis kimia juga menjadi salah satu penopang kinerja CSAP. Perseroan bersiap ekspansi ke sektor industri baru yang memiliki permintaan tinggi terhadap bahan kimia seperti industri makanan.
"Segmen distribusi bahan kimia akan meningkat 34%. Dengan demikian pendapatan segmen distribusi bahan kimia menjadi 8% dari total pendapatan konsolidasi," ucapnya.
Sedangkan, untuk belanja modal (capital expenditue/capex) tahun 2010, perseroan telah menganggarkan dana Rp 110 miliar. Sumber dana tersebut berasal dari kas internal, dan sebagian lainnya bersumber dari pinjaman perbankan.
"Untuk menopang belanja modal dan peningkatan kinerja melalui investasi, kami telah menganggarkan capital expenditure sebesar Rp 110 miliar," imbuhnya.
(wep/dro)











































