Demikian disampaiken oleh Sekretaris Perusahaan Elnusa Heru Samodra dalam siaran persnya, Senin (22/2/2010).
"Proyek transition zone 3D seismic di wilayah Kalimantan nilai kontraknya US$ 16 juta. Sementara kontrak di Papua senilai US$ 17,7 juta," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peluang pasar yang terbuka untuk segmen transition zone dan marine menjadikan perseroan memutuskan untuk masuk ke pasar ini. Perseroan menargetkan kedua pekerjaan geosciences di Kalimantan dan Papua ini akan selesai pada bulan Juni 2010," katanya.
ELSA, Lanjut Heru, bahkan, telah memperoleh kontrak baru melalui joint operations bersama Nordic, perusahaan geoscience internasional asal Norwegia. Kontrak baru ini merupakan proyek 2D geoscience di wilayah Seruway, Aceh dengan masa kontrak selama 2 bulan.
Beberapa wilayah kerja yang dilelang pemerintah sebagian besar berlokasi di wilayah perairan dan laut dalam. Seiring dengan harga minyak saat ini, permintaan eksplorasi & eksploitasi di wilayah offshore terus meningkat.
Untuk proyek geoscience land, ELSA juga sedang menyelesaikan kontrak senilai US$ 47.9 juta di Kalimantan Timur, Jawa dan Sumatera. Seluruh proyek geoscience land ini akan diselesaikan pada tahun 2010.
Secara keseluruhan, Perseroan tahun ini menargetkan pendapatan usaha dari unit bisnis geoscience senilai Rp 1,44 triliun. Sementara untuk backbone bisnis inti Perseroan lainnya, yakni jasa drilling (pemboran migas) terintegrasi, ELSA menargetkan pendapatan senilai Rp 732 miliar
"Dan jasa oilfield (produksi migas) terintegrasi, perseroan mengejar pendapatan senilai Rp 601 miliar," ucapnya.
Total pendapatan usaha dari segmen jasa hulu migas terintegrasi (geoscience, drilling dan oilfield) pada tahun ini ditargetkan Rp 2,88 triliun. Sementara pendapatan konsolidasi 2010 ditargetkan mencapai Rp 4,46 triliun, atau meningkat 29% dibandingkan tahun sebelumnya.
(wep/dro)











































