Demikian hal itu diungkapkan oleh President Director Reliance Orias Petrus Moedak di Menara Batavia, Jalan Kyai Haji Mas Mansyur, Jakarta, Senin (22/2/2010).
"Kita ada rencana investasi di bank, dananya sudah ada. Sudah banyak nego tapi belum ada yang deal," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah ketemu sekitar 10 kali tapi belum sepakat juga," imbuhnya.
Orias menolak untuk mengungkapkan identitas dua bank yang akan diakuisisi itu. Tapi ia memastikan, perseroan akan mengambil kepemilikan saham mayoritas di bank tersebut.
"Kita harapkan bank yang jadi anak usaha ini bisa bersinergi dengan kita, terutama di nasabahnya," tambahnya.
Ia mengaku, perseroan juga sudah mendapat persetujuan untuk menerbitkan obligasi senilai Rp 150 miliar. Namun, hingga kini hal itu belum bisa terealisasi karena kondisi kas perseroan masih mencukupi.
"Belumlah, uang kita masih cukup. Nanti kalau jadi uang hasil obligasinya akan dipakai untuk pembiayaan margin," ujarnya.
Targetkan 2.000 Nasabah
Tahun ini, Reliance menargetkan pertumbuhan nasabah sebanyak 20 persen menjadi sebanyak 2.000. Target tersebut akan dikejar melalui program online trading Relitrade yang baru saja diluncurkan.
"Sebenarnya program online trading ini sudah ada sejak tahun lalu tapi baru kita luncurkan sekarang," kata Orias.
Ia mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan dana sebanyak Rp 2 miliar untuk investasi di program online trading tersebut.
"Fiturnya bagi nasabah banyak sekali, bisa otomatis bid jadi enggak perlu ditungguin," ujarnya.
Ia mengatakan, transaksi per hari di nasabah Reliance sebanyak Rp 150 miliar. Perseroan mengharapkan dengan adanya online trading tersebut transaksi hariannya bisa mencapai Rp 200 miliar.
"Setahun lalu kan masih dipakai nasabah yang existing, sekarang kita buka kesempatan kepada masyarakat," jelasnya.
(ang/dnl)











































