Demikian disampaikan Direktur Utama PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas (AAA Sekuritas) Andri Rukminto seusai due dilligence dan public expose Bank Sulut di hotel Ritz Calton, SCBD, Jakarta, Senin (22/2/2010).
Obligasi Bank Sulut ke IV sebesar Rp 450 miliar, ditawarkan dengan tingkat bunga tetap dan mengacu pada SUN FR0027 plus 250 bps-350 bps. Jika mengacu pada penutupan harga terakhir, maka tingkat kupon yang ditawarkan berada di level 10,95%-11,95%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk Obligasi Subordinasi, Bank Sulsel akan menerbitkan sebesar Rp 50 miliar. Tingkat bunga obligasi subdebt ditawarkan kepada investor dengan range 11,2%-12,2%.
"Dana hasil penerbitan obligasi ini seluruhnya akan digunakan untuk ekspansi kredit," ujar Direktur Utama Bank Sulut Jerry J. Wurangian.
Sementara penggalangan dana dari hasil penerbitan obligasi subordinasi akan digunakan sebagai modal pelengkap sesuai dengan ketentuan BI, yang akan dimanfaatkan seluruhnya untuk ekspansi kredit sesuai dengan prinsip kehati-hatian.
Obligasi ini memiliki suku bunga tetap dengan peringkat idA- untuk obligasi dari Pefindo dan BBB+ untuk obligasi subordinasi.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan obligasi subordinasi adalah PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas. Semengara untuk wali amanat PT Bank Mega Tbk.
Masa penawaran awal obligasi dijadwalkan pada 22 Februari-8 Maret 2010. Tanggal efektif rencanya akan didapatkan pada 15 Maret 2010, dengan masa penawaran awal dari 18-22 Maret 2010.
Tanggal penjatahan sendiri dijadwalkan pada 23 Maret 2010. Sementara untuk tanggal pembayaran pada 24 Maret 2010. Distribusi obligasi siap dilakukan satu hari setelahnya, atau pada 25 Maret 2010, dan pencatatan di BEI diperkirakan pada 26 Maret 2010.
Guna menjamin pembayaran seluruh obligasi, perseroan memberikan jaminan khusus yakni jaminan fidusia berupa tagihan yang timbil dari kredit yang diberikan perseroan kepada nasabah-nasabah dengan kategori lancar sesuai ketentuan BI.
Bank Sulut merupakan bank milik pemerintah daerah Sulut yang pada 30 September 2009 mencatat laba bersih Rp 42,35 miliar. Rasio keuangan lainnya, CAR dengan risiko kredit 13,02%, CAR dengan risiko kredit dan pasar 13,02%, NPL Gross 1,42% dan NPL Netto 0,37%.
(wep/dnl)











































