Demikian disampaikan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) Wan Wei Yiong disela acara Talkshow Talk Show 'Membedah APBN 2010' di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin, Jakarta, Senin (22/2/2010).
"Kelihatannya transaksi Februari akan turun dibanding Januari," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Per hari ini, Yiong menuturkan rata-rata nilai transaksi sebesar Rp 3,6 triliun per hari. "Padahal pada awal Januari lebih tinggi sebesar Rp 4 triliun," tambahnya.
Yiong menyatakan rendahnya nilai traksaksi ini karena faktor libur dalam rangka imlek di beberapa negara Asia.
"Di Februari ini juga walau kita buka, tapi di Hongkong dan Singapura libur imlek. Minggu lalu, hari Senin (terbantu) karena ada dukungan dari pasar negosiasi, kalau tidak transaksi kita hanya akan sebear Rp 1 triliun, tapi realisasinya nilai transaksi pada Senin itu adalah Rp 2,7 triliun, itu karena ada (kontribusi) di pasar negoisasi sebesar Rp 1,7 triliun. Karena di sama (Asia) libur, jadi tidak ada yang kirim order" jelasnya.
Yiong menambahkan kondisi eksternal juga memberikan sentimen negatif bagi pasar saham. Salah satu contohnya, kondisi ekonomi AS yang masih tidak stabil.
"Yunani juga masih tidak stabil, konsentrasi (investor) masih tertarik ke sana. Mikirin portofolionya yang di sana," tukas Yiong.
Â
Â
(nia/dro)











































