Transaksi Sepi, Investor Menanti Keputusan Pansus Century

Transaksi Sepi, Investor Menanti Keputusan Pansus Century

- detikFinance
Senin, 22 Feb 2010 13:38 WIB
Transaksi Sepi, Investor Menanti Keputusan Pansus Century
Jakarta - Sepinya transaksi di lantai bursa pada periode Februari 2010 diperkirakan karena investor masih menanti hasil keputusan Pansus Century. Faktor ekonomi global juga menjadi pertimbangan investasi pelaku pasar.

"Pelaku pasar masih khawatir dengan perkembangan ekonomi global. Dari sisi domestik, faktor pemicunya adalah menunggu keputusan Pansus (panitia khusus) Century awal bulan depan," kata analis Valbury, Nico Omer Jonckheere saat dihubungi detikFinance, Senin (22/2/2010).

Rencananya, Pansus Century akan membuat keputusan pada 2 Maret 2010. Keputusan itu diperkirakan bakal menentukan arah iklim investasi jangka pendek, sehingga investor diperkirakan memutuskan menanti kepastian soal hasil investigasi Pansus Century.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam jangka pendek, lanjut Nico, investor juga masih memantau kemungkinan terjadinya kenaikan inflasi jangka pendek. Oleh sebab itu, ia memperkirakan tekanan jual masih akan mendera lantai bursa.

"Kalau saya menganggap, pelaku masih masih akan strong sell dalam beberapa waktu ke depan," ujarnya.

Sejak perdagangan pekan lalu, transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) cenderung sepi. Nilai transaksi rata-rata tahun kalender sudah jatuh ke posisi Rp 3,6 triliun dari Rp 4 triliun di akhir Desember 2009.

Tekanan jual juga masih melanda perdagangan di BEI. Pada perdagangan hari ini, IHSG hanya naik 9 poin atau tidak sampai 1%. Padahal, sebagian besar bursa-bursa regional Asia didominasi penguatan tajam di atas 1,5% hingga 2,5%.

Namun menurut Nico, kenaikan bursa Asia belum tentu menggambarkan pencapaian yang baik. Sebab, penentu utama pasar modal global adalah bursa Wallstreet. Saat bursa AS terkoreksi, ujarnya, bukan tidak mungkin penurunan yang lebih tajam akan dialami bursa Nikkei, Hongkong, dan bursa Asia lainnya.

"Pelaku pasar masih menahan, jika AS terkoreksi bisa-bisa penurunan akan lebih besar," ujarnya.

Secara teknikal analisis, grafik SMA5 (simple moving average 5 harian), SMA20 dan SMA60 telah berkumpul di satu titik sejak perdagangan beberapa hari lalu. Biasanya, pertemuan 3 garis SMA ini menjadi sinyal bagi terjadinya penguatan IHSG untuk jangka menengah, seperti rally IHSG yang terjadi pada Desember 2009 hingga Januari 2010 lalu.

Namun menurut Nico, indikator tersebut masih harus dikonfirmasi dengan sentimen ekonomi makro dan global. "Kita bisa lihat dari beberapa indikator. Jangan hanya satu indikator," ungkapnya.

Nico menyarankan, investor sedianya memperhatikan volume dan nilai perdagangan dalam beberapa hari ke depan. Perubahan-perubahan yang terjadi pada volume dan nilai perdagangan akan mengkonfirmasikan arah pasar dalam jangka menengah.

 

 

(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads