"Dari laba portfolio saham, sekitar 90 persen disumbang dari saham BUMI," ujar Presiden Direktur RELI, Orias Petrus Moedak di Menara Batavia, Jalan Kyai Haji Mas Mansyur, Jakarta, Senin (22/2/2010).
Ia mengatakan, pada tahun 2009, RELI membukukan laba bersih sebesar Rp 66 miliar, melesat 560% dari tahun 2008 sebesar Rp 10 miliar. Dari perolehan laba sebesar Rp 66 miliar di 2009, sebesar Rp 40 miliar berasal dari portofolio saham yang dimiliki perseroan, sedangkan sisanya Rp 26 miliar dari laba sebagai broker saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi sekarang sudah habis, kita enggak pegang BUMI lagi," katanya.
Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 20% atau sekitar Rp 79,2 miliar. "Tahun 2010 ini kita harapkan bisa ada peningkatan sebanyak 20 persen,"
Untuk mengejar target tersebut, perseroan berencana membuka 5 cabang tahun ini di sekitar Jawa dan Sumatera. Saat ini, cabang Reliance sudah ada di sekitar Jawa dan Bali.
"Kita incar Medan di akhir tahun. Awal tahun di Jawa dulu, di Solo itu cukup menarik," jelasnya.
Hingga akhir tahun 2010, perseroan mentargetkan bisa menambah jumlah nasabah hingga 10.000 nasabah. Saat ini, nasabah Reliance sekitar 5.000 nasabah.
Β
(dro/qom)











































