Mengawali perdagangan, IHSG sempat naik ke level 2.574,969. Namun penipisan daya beli tidak mampu menghadang aksi jual, sehingga laju kenaikan IHSG menipis. IHSG sempat sekali mencolek zona merah.
Sepanjang perdagangan sesi II, IHSG tampak mati-matian bertahan di zona positif. Meski sesekali sempat masuk ke zona negatif, namun akhirnya berhasil ditutup di zona positif. Menipisnya daya beli pada saham-saham berkapitalisasi besar menahan laju kenaikan IHSG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontribusi paling besar yang menghambat laju kenaikan IHSG adalah koreksi indeks saham sektor infrastruktur yang diseret oleh penurunan cukup dalam pada saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 100 (1,16%).
Koreksi saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 50 (0,66%) juga memberikan kontribusi besar dalam menghambat laju kenaikan IHSG.
Sebagai catatan, saham TLKM dan BBRI menguasai sekitar 15% dari total kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga koreksi cukup dalam pada dua saham ini akan membuat laju IHSG tertahan.
Aktivitas transaksi investor asing tercatat membukukan jual bersih (foreign net sell) sebesar Rp miliar. Transaksi jual asing sebesar Rp miliar, sedangkan transaksi beli asing sebesar Rp miliar.
"Pelaku pasar masih khawatir dengan perkembangan ekonomi global. Dari sisi domestik, faktor pemicunya adalah menunggu keputusan Pansus (panitia khusus)Century awal bulan depan, juga adanya kenaikan inflasi jangka pendek. Kalau saya menganggap, pelaku masih masih akan strong sell dalam beberapa waktu ke depan," kata analis Valbury Nico Omer Jonckheere saat dihubungi detikFinance, Senin (22/2/2010).
Pada perdagangan Senin (22/2/2010), IHSG ditutup naik tipis 9,887 poin (0,38%) ke level 2.564,263. Indeks LQ 45 juga naik tipis 1,989 poin (0,39%) ke level 499,812.
Sementara nilai tukar rupiah ditutup menguat ke level 9.305 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.348 per dolar AS.
Sebagian besar bursa-bursa regional Asia naik tajam rata-rata di atas 1-2%, kecuali bursa China yang mengalami koreksi tipis.
- Indeks Shanghai turun 14,73 poin (0,49%) ke level 3.003,40.
- Indeks Hang Seng naik 483,25 poin (2,43%) ke level 20.377,27.
- Indeks Nikkei 225 naik 276,89 poin (2,74%) ke level 10.400,47.
- Indeks Strait Times naik 4,64 poin (0,17%) ke level 2.761,78.
- Indeks KOSPI naik 33,20 poin (2,08%) ke level 1.627,10.
- Indeks Taiwan naik 118,20 poin (1,59%) ke level 7.560,04.
Perdagangan berjalan tidak begitu ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 60.840 kali pada volume 2,743 miliar lembar saham senilai Rp 2,412 triliun. Sebanyak 76 saham naik, 89 saham turun dan 86 saham stagnan.
Saham-saham paling aktif yang naik harganya antara lain Indo Tambang (ITMG) naik Rp 1.150 ke Rp 31.150, Astra International (ASII) naik Rp 400 ke Rp 36.550, Indocement (INTP) naik Rp 250 ke Rp 13.800, Astra Agro (AALI) naik Rp 200 ke Rp 24.400, Lonsum (LSIP) naik Rp 100 ke Rp 8.850, Bayan Resources (BYAN) naik Rp 50 ke Rp 5.650.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 800 ke Rp 11.000, Telkom (TLKM) turun Rp 100 ke Rp 8.500, United Tractors (UNTR) turun Rp 100 ke Rp 16.950, Unilever (UNVR) turun Rp 100 ke Rp 11.200, BRi (BBRI) turun Rp 50 ke Rp 7.500, Sampoerna Agro (SGRO) turun Rp 25 ke Rp 2.725.
(dro/qom)











































