IHSG dibuka melemah ke level 2.559,933 dan langsung melorot tajam hingga sempat menyentuh level 2.527,745. Koreksi saham-saham sektor perbankan dan infrastruktur memberikan tekanan cukup besar pada pergerakan IHSG.
Penguatan cukup besar pada saham-saham sektor pertambangan, perkebunan dan konsumsi tak mampu melawan tekanan jual saham-saham bank dan infrastruktur. Koreksi berlanjut pada saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), diikuti oleh koreksi saham-saham bank berkapitalisasi besar membuat IHSG belum mampu menembus zona hijau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Selasa (23/2/2010) sesi I, IHSG ditutup turun tipis 2,34 poin (0,09%) ke level 2.561,923. Indeks LQ 45 juga turun tipis 0,814 poin (0,16%) ke level 498,998.
Bursa-bursa regional Asia bergerak variatif setelah menguat tajam pada perdagangan kemarin.
- Indeks Shanghai turun 52,01 poin (1,73%) ke level 2.951,39.
- Indeks Hang Seng naik 252,24 poin (1,24%) ke level 20.629,51.
- Indeks Nikkei 225 turun 59,99 poin (0,58%) ke level 10.340,48.
- Indeks Strait Times naik 3,79 poin (0,14%) ke level 2.761,25.
- Indeks KOSPI turun 3,71 poin (0,29%) ke level 1.623,39.
Perdagangan berjalan moderat ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 35.925 kali pada volume 1,48 miliar lembar saham senilai Rp 1,388 triliun. Sebanyak 65 saham naik, 66 saham turun dan 88 saham stagnan.
Saham-saham paling aktif yang naik harganya antara lain Indo Tambang (ITMG) naik Rp 500 ke Rp 31.650, Unilever (UNVR) naik Rp 350 ke Rp 11.550, Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 24.700, United Tractors (UNTR) naik Rp 150 ke Rp 17.100, Lonsum (LSIP) naik Rp 150 ke Rp 9.000, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 100 ke Rp 16.000.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Bir Bintang (MLBI) turun Rp 1.000 ke Rp 159.000. Astra International (ASII) turun Rp 550 ke Rp 36.000, BRI (BBRI) turun Rp 150 ke Rp 7.350, Telkom (TLKM) turun Rp 150 ke Rp 8.350, BCA (BBCA) turun Rp 25 ke Rp 4.975.
Β
(dro/qom)











































