Demikian disampaikan Corporate Secretary AGRO Irawan kepada detikFinance seusai penandatanganan kerjasama pembiayaan dan penjualan asset perseroan dengan Indonesia Eximbank di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) SCBD Jakarta Selasa (23/2/2010).
"Apapun keputusan pemegang saham akan kami ikuti, dan kami yakin keputusan ini pasti baik untuk Bank Agro," ungkap Irawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau due diligence memang sudah. Tapi kami tidak bisa berkomentar lebih banyak, karena memang belum ada komunikasi dari pemegang saham," katanya.
Sebelumnya, Menteri Kementerian BUMN Mustafa Abubakar memang mengatakan bahwa BRI berencana akan mengakuisisi dua bank tahun ini, salah satunya adalah PT Bank Agroniaga Tbk. Nama satu bank lainnya, masih dirahasiakan.
"Iya saya belum dapat informasi detail. Memang ada rencana akuisisi Bank Agro," katanya.
Menurutnya, bank plat merah itu masih melakukan kajian terhadap satu bank lagi yang akan diakuisisi. Namun, Mustafa menolak untuk membocorkan nama dari bank tersebut.
Menurutnya, pernah ada pembicaraan mengenai akuisisi PT Bank Bukopin Tbk oleh BRI. Tapi, tidak berarti Bukopin menjadi bank kedua yang akan diakuisisi tahun ini.
"Bukopin masih nanti, masih dalam pertimbangan," ujarnya.
BRI telah menuntaskan uji tuntas (due diligence) terhadap satu bank nasional yang akan diakuisisi pada semester I tahun ini, sedangkan satu bank lainnya masih tahap negosiasi.
Awal bulan Januari, Bank BUMN ini mulai melakukan uji tuntas satu bank. Manajemen bank akan meminta persetujuan kepada pemegang saham pada bulan Mei dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk menjalankan aksi korporasi itu.
BRI menyiapkan dana sebesar Rp 2 triliun untuk proses akuisisi bank tersebut. Dana tersebut diperoleh dari obligasi subordinasi yang baru digelar pada akhir tahun lalu.
Sementara, Direktur Utama AGRO Kemas M. Arif menyatakan bahwa dirinya tidak mau berkomentar lebih jauh, terkait akuisisi bank yang ia pimpin. "Ini ranahnya pemegang saham. Tanyakan kepada mereka, jangan ke kita. Tanyakan ke pak Menteri juga, beliau yang kasih tahu kan," imbuh Kemas.
Â
Â
(wep/dro)











































