Demikian disampaikan mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Erry Firmansyah saat acara Investor Gathering PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen di hotel Ritz Calton SCBD Jakarta Selasa (23/2/2010).
"Dominasi saham grup Bakrie tersebut menimbulkan potensi pasar dengan volatilitas yang tinggi. Mereka termasuk saham yang likuid dan saham sejuta umat," kata Erry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lanjutnya, dengan price earning ratio (PER) berkisar 15%, masih banyak sektor yang menjanjikan. Sektor saham consumer goods, infrastruktur, minyak gas, pertambangan dan perbankan menjanjikan. Namun Erry mengingatkan agar investor tetap waspada dengan likuiditas yang menyusut karena inflasi di negara lain.
"Likuiditas yang membanjir pada tahun lalu maka akan disedot kembali. Dan dampaknya akan ada, investor asing dari Amerika Serikat sekitar 50%-60% masih mendominasi" kata Erry.
Investor lokal sebaiknya tidak terlambat berinvestasi dengan investor asing. Dana pensiun dan asuransi, tambahnya dapat berinvestasi dengan jangka waktu menengah dan pendek dengan saham fundamental bagus.
Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi dapat bisa tumbuh 20%. Pasalnya, akan terjadi pertumbuhan pendapatan emiten sekitar 15%-20%.
"Meskipun IHSG telah tumbuh selama tahun 2009 dan akan terus meningkat pada tahun ini. Namun berdasarkan PER, valuasi saham di BEI termasuk kategori murah. Didukung oleh prediksi penurunan yield obligasi pada tahun 2010 dan penguatan nilai tukar rupiah terhadap US$, maka valuasi saham-saham di BEI diperkirakan terus meningkat," paparnya.
Volatilitas IHSG tahun ini, diperkirakan cenderung stabil sibanding tahun 2008 dan 2009, saat terjadi gejolak ekonomi global. Nilai rata-rata transaksi perdagangan di Bursa selama 2010, diproyeksi terus naik mencapai level Rp 4,5-5 triliun per harinya.
Â
Â
(wep/dro)











































