IHSG dibuka melemah ke level 2.564,162 dan langsung melorot tajam hingga sempat menyentuh level 2.538,035. Koreksi saham-saham sektor perbankan dan infrastruktur memberikan tekanan cukup besar pada pergerakan IHSG di sesi I tadi pagi.
Menjelang akhir sesi I, penguatan saham-saham sektor pertambangan, perkebunan dan konsumsi berhasil membuat koreksi IHSG menipis. Dan memasuki sesi II, IHSG akhirnya berhasil kembali memasuki zona positif seiring dengan meningkatnya volume dan nilai transaksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aktivitas investor asing juga cukup ramai, meskipun hanya mencatat transaksi jual bersih (foreign net sell) sebesar Rp 91,994 miliar. Transaksi jual asing mencapai Rp 1,349 triliun, sedangkan transaksi beli asing sebesar Rp 1,257 triliun.
Pada perdagangan Selasa (23/2/2010), IHSG ditutup naik 19,388 poin (0,75%) ke level 2.583,651. Indeks LQ 45 juga naik 3,731 poin (0,74%) ke level 503,543.
Sementara nilai tukar rupiah ditutup menguat ke level 9.295 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.310 per dolar AS.
Bursa-bursa regional Asia bergerak variatif setelah menguat tajam pada perdagangan kemarin.
- Indeks Shanghai turun 20,82 poin (0,69%) ke level 2.982,57.
- Indeks Hang Seng naik 245,73 poin (1,21%) ke level 20.623,00.
- Indeks Nikkei 225 turun 48,37 poin (0,47%) ke level 10.352,10.
- Indeks Strait Times naik 18,77 poin (0,68%) ke level 2.776,23.
- Indeks KOSPI naik 1,8 poin (0,11%) ke level 1.628,90.
Saham-saham paling aktif yang naik harganya antara lain Indo Tambang (ITMG) naik Rp 600 ke Rp 31.750, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 550 ke Rp 24.600, United Tractors (UNTR) naik Rp 350 ke Rp 17.300, Astra International (ASII) naik Rp 350 ke Rp 36.900, Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 24.700, Lonsum (LSIP) naik Rp 300 ke Rp 9.150, Unilever (UNVR) naik Rp 200 ke Rp 11.400, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 200 ke Rp 16.100.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Bir Bintang (MLBI) turun Rp 1.000 ke Rp 159.000, Indocement (INTP) turun Rp 200 ke Rp 13.600, BCA (BBCA) turun Rp 50 ke Rp 4.950, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 50 ke Rp 5.150, Indika Energy (INDY) turun Rp 25 ke Rp 2.275. (dro/qom)











































