Demikian dikemukakan oleh Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah usai penandatanganan kerjasama dengan 13 BUMN di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (23/2/2010).
"Iya (berbarengan), sekitar Mei-Juni. Telkom dolar, Telkomsel rupiah," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nilainya belum tuntas, tapi masih sekitar Rp 2 triliun lah," imbuhnya.
Menurut Rinaldi, dana penerbitan obligasi itu akan digunakan untuk memenuhi belanja modal alias capital expenditure (capex) tahun 2010 yang mencapai US$ 2 miliar. Begitu pula dengan surat utang obligasi milik anak usahanya juga akan digunakan untuk memenuhi belanja modalnya tahun ini.
Rinaldi menambahkan, kedua obligasi itu memiliki tenor 5 tahun terhitung sejak tanggal penerbitan. Selain menerbitkan obligasi, aksi korporasi perusahaan pelat merah itu tahun ini adalah akuisisi perusahaan yang bergerak di bidang aplikasi, content, dan teknologi informasi (TI).
"Banyak yang sedang dilihat, tapi yang pasti bukan di bidang telekomunikasi," tutupnya.
(ang/dnl)










































