IHSG Sepekan Bakal Tertekan Hasil Pansus Century

IHSG Sepekan Bakal Tertekan Hasil Pansus Century

- detikFinance
Rabu, 24 Feb 2010 11:40 WIB
IHSG Sepekan Bakal Tertekan Hasil Pansus Century
Jakarta - Investor pasar saham diperkirakan masih terus memantau perkembangan-perkembangan terkini mengenai hasil akhir Pansus Bank Century. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) disinyalir akan mengalami tekanan selama sepekan mendatang.

"Dalam sepekan, IHSG masih akan mengalami tekanan-tekanan," ujar analis PT Paramitra Alfa Sekuritas, Pardomuan Sihombing saat dihubungi detikFinance, Rabu (24/2/2010).

Menurut Pardomoan, investor saat ini sedang memantau terus detik demi detik perkembangan Pansus Century. Setelah semalam beberapa fraksi menyampaikan pandangannya, dan beberapa diantaranya menyebutkan nama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Presiden Budiono, tentu menjadi faktor negatif perkembangan IHSG dalam beberapa pekan ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam perhitungan teknis, investor cenderung akan memilih langkah side way dan cenderung tertekan oleh bursa saham regional. Hal ini diperparah dengan masing belum stabilnya industri finansial di AS serta Eropa pada pekan-pekan sebelumnya," ujarnya.

Fraksi-fraksi DPR telah memberikan pandangannya masing-masing atas hasil penyelidikan yang telah dilakukan atas skandal bail out Bank Century. Berikut ringkasannya.


  • FPD : Berkesimpulan tindakan penyelamatan Bank Century sudah benar.
  • FPDI Perjuangan : Boediono dan Sri Mulyani sebagai pihak yang bertanggung jawab. Kedua nama tersebut, oleh PDIP, diminta segera diproses secara hukum.
  • FPKS : menilai ada indikasi korupsi dalam kasus Century. Dalam proses merger, pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan pemberian Penyertaan Modal Sementara (PMS), PKS menyebut beberapa nama yang harus bertanggung jawab wajib diserahkan kepada proses hukum.
  • Fraksi Golkar : setali tiga uang dengan dua fraksi sebelumnya. Meski diawal hanya menyebut inisial saja, toh di akhir fraksi ini dengan tegas membeberkan kepanjangan seluruh inisial nama-nama tersebut.
  • FPAN : menyebut ada penyimpangan dalam Bank Century. meminta agar manajemen dan pemegang saham Bank Century diproses secara hukum. Namun keberaniannya cuma sampai di titik tersebut. Tidak ada nama, yang secara gamblang disebut PAN.
  • FPPP : meminta seluruh aparat penegak hukum di negeri ini mau menindaklanjuti pihak-pihak terkait. Namun PPP hanya mau menyebut posisi yang dimaksud tanpa ada penjelasan secara detil.
  • FPKB  : menilai tidak ada yang salah dalam bailout Bank Century. Jika tidak dilakukan, menurut PKB, Indonesia bahkan bisa terkena krisis keuangan.
  • Fraksi Gerindra : menyebutkan dugaan pelanggaran yang dilakukan pihak-pihak dalam kasus Bank Century. Gubernur BI, Ketua KSSK, Ketua UKP3R, dan Deputi Gubernur BI,sebagai pihak yang diduga terlibat tindak pidana tertentu.
  • Fraksi Hanura : meminta Boediono yang saat itu menjadi Gubernur BI bahkan diminta agar dibawa ke Mahkamah Konstitusi. Boediono yang kini menjadi wapres, oleh Hanura, tidak akan bisa diproses melalui hukum biasa.

Menurut Pardomuan, hasil akhir Pansus Century tentu berpotensi memberikan pengaruh cukup besar pada pergerakan IHSG sepekan ke depan.

"Dari beberapa pandangan fraksi yang sudah dikemukakan, tentu ada dampaknya, apalagi dengan lembaga yang terkait ekonomi, industri finance. Namun masih tahap awal," ujarnya.

Ditambahkannya, apapun hasil yang dicapai dalam Pansus Century, positif atau negatif, pasti berpengaruh secara signifikan. Terlebih bursa regional yang  dalam beberapa hari bergerak sangat fluktuatif.

"Masih ada di area side way dan cenderung tertekan. Industri di Eropa dan AS juga berada ditingkat confidens rendah," ujarnya.

Diproyeksikan sepanjang tahun 2010 IHSG bakal sulit untuk merangkat naik, seperti tahun lalu. "Sulit untuk rally seperti tahun 2009 perkiraan. Full year akan ada side way short term. Pasar tetap memantau perkembangan dunia juga politik yang terjadi, serta perubahan-perubahannya," paparnya.

 

(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads