Obligasi Subordinasi Perbankan Sandang Peringkat Tinggi Tahun Ini

Obligasi Subordinasi Perbankan Sandang Peringkat Tinggi Tahun Ini

- detikFinance
Rabu, 24 Feb 2010 15:19 WIB
Obligasi Subordinasi Perbankan Sandang Peringkat Tinggi Tahun Ini
Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menilai obligasi subordinasi alias subdebt yang akan diterbitkan perbankan dalam negeri tahun ini akan memiliki rating yang cukup tinggi. Pasalnya, rata-rata subdebt yang akan diterbitkan bertenor panjang dengan tingkat resiko kecil.

"Ratingnya nanti pasti tinggi. Tinggal bunganya saja yang harus bagus supaya laku," kata Presiden Direktur Pefindo Kahlil Rowter dalam media forum di kantornya, Atrium Setiabudi, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Rabu (24/2/2010).

Ia mengatakan, meski belum sampai melakukan rating terhadap beberapa subdebt perbankan yang akan meluncur tahun ini, pihaknya menilai dengan adanya tenor panjang dan tingkat risiko yang kecil maka diperkirakan ratingnya bisa tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pembeli subdebt tersebut diperkirakan masih dari kalangan perbankan sendiri. Jadi, semacam pinjaman antar bank saja namun dengan return yang lebih tinggi namun resiko tidak besar.

"Pembelinya enggak jauh masih dari industri perbankan juga," imbuhnya.

Beberapa bank yang berencana menerbitkan subdebt di tahun 2010 ini antara lain, PT Bank Mandiri Tbk, rencana itu sudah masuk dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) tahun 2010. Nilai surat utang yang akan dikeluarkan mencapai US$ 200-300 juta.

Bank lain yang juga akan meluncurkan surat utang subordinasi adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) sebesar US$ 200-300 juta. Perseroan mengaku sudah mendapat tawaran pembeli subdebt sebanyak 2-3 investor dari Asia. Selain bank BUMN, ada juga PT Bank Permata Tbk dengan subdebt senilai Rp 600-700 miliar.

Selain itu, terdapat pula lima Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang juga siap keluarkan obligasi, dengan nilai masing-masing Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun.

 

 

(ang/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads