Menurut Direktur Utama PGN Hendi P. Santoso, LNG receiving terminal itu akan dibangun oleh perusahaan patungan yang akan dibentuk kedua perusahaan plat merah tersebut.
"Kita akan segera membuka tender untuk EPC. Nantinya pemenang tender akan bekerja sama dengan anak usaha," katanya di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (24/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total investasi proyek itu sebesar US$150 juta, sebanyak 60 persen dikuasai Pertamina dan 40 persen sisanya dipegang oleh PGN. Berarti, dana yang wajib dipenuhi PGN mencapai US$ 60 juta.
"Kita masih hitung, berapa yang dari internal dan berapa yang harus dipenuhi dari eksternal," imbuhnya.
LNG receiving terminal yang akan dibangun itu rencananya akan menyuplai kebutuhan gas bagi pembangkit listrik milik PLN dan pelaku usaha setempat. Kali ini, PLN yang sempat menyatakan minatnya bergabung dalam anak usaha itu mundur, dan hanya menjadi pembeli saja.
(ang/dro)











































