Bernanke dalam pidatonya di depan Kongres AS menyatakan pihaknya belum siap untuk keluar dari kebijakan suku bunga ekstra rendahnya yang kini berada di kisaran 0-0,25%. Hal itu dilakukan dalam rangka menjaga pemulihan ekonomi tetap pada jalurnya.
Bernanke juga menyatakan, pasar tenaga kerja yang masih lemah dan rendahnya inflasi kemungkinan akan membuat The Fed mengambil kebijakan suku bunga rendah untuk waktu yang lebih lama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski kita tidak akan mendapatkan pertumbuhan ekonomi yang melesat, namun hal ini akan memicu suku bunga rendah untuk beberapa waktu dan likuiditas yang banyak," ujar Keith Springer, presiden Capital Financial Advisory Services seperti dikutip dari Reuters, Kamis (25/2/2010).
Pada perdagangan Rabu (24/2/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat 91,75 poin (0,89%) ke level 10.374,16. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 10,64 poin (0,97%) ke level 1.105,24 dan Nasdaq menguat 22,46 poin (1,01%) ke level 2.235,90.
Saham-saham yang pada perdagangan Selasa mengalami tekanan besar seperti finansial dan teknologi mengalami rebound.
Pernyataan Bernanke ini juga sekaligus membuat dolar AS melemah. Euro tercatat sempat menguat hingga 1,3626 dolar sebelum akhirnya bisa surut ke 1,3533 dolar.
Sementara di pasar komoditas, pernyataan Bernanke juga membuat harga minyak naik meski data menunjukkan cadangan minyak mentah lebih besar.
Kontrak utama minyak light sweet tercatat naik US$ 1,14 menjadi US$ 80 per barel. Minyak Brent juga naik 84 sen menjadi US$ 78,09 per barel.
(qom/qom)











































