Jaminan Suku Bunga Rendah Dorong Penguatan Wall Street

Jaminan Suku Bunga Rendah Dorong Penguatan Wall Street

- detikFinance
Kamis, 25 Feb 2010 07:13 WIB
Jaminan Suku Bunga Rendah Dorong Penguatan Wall Street
New York - Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke memberikan jaminan untuk tetap menjaga suku bunga AS rendah di kisaran 0% untuk periode yang lebih lama. Jaminan itu membuat investor lebih tenang sehingga saham-saham pun menguat.

Bernanke dalam pidatonya di depan Kongres AS menyatakan pihaknya belum siap untuk keluar dari kebijakan suku bunga ekstra rendahnya yang kini berada di kisaran 0-0,25%. Hal itu dilakukan dalam rangka menjaga pemulihan ekonomi tetap pada jalurnya.

Bernanke juga menyatakan, pasar tenaga kerja yang masih lemah dan rendahnya inflasi kemungkinan akan membuat The Fed mengambil kebijakan suku bunga rendah untuk waktu yang lebih lama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan Bernanke itu langsung membuat investor nyaman setelah The Fed pada pekan lalu memberikan kejutan dengan menaikkan suku bunga pinjaman daruratnya.

"Meski kita tidak akan mendapatkan pertumbuhan ekonomi yang melesat, namun hal ini akan memicu suku bunga rendah untuk beberapa waktu dan likuiditas yang banyak," ujar Keith Springer, presiden Capital Financial Advisory Services seperti dikutip dari Reuters, Kamis (25/2/2010).

Pada perdagangan Rabu (24/2/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat 91,75 poin (0,89%) ke level 10.374,16. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 10,64 poin (0,97%) ke level 1.105,24 dan Nasdaq menguat 22,46 poin (1,01%) ke level 2.235,90.

Saham-saham yang pada perdagangan Selasa mengalami tekanan besar seperti finansial dan teknologi mengalami rebound.

Pernyataan Bernanke ini juga sekaligus membuat dolar AS melemah. Euro tercatat sempat menguat hingga 1,3626 dolar sebelum akhirnya bisa surut ke 1,3533 dolar.

Sementara di pasar komoditas, pernyataan Bernanke juga membuat harga minyak naik meski data menunjukkan cadangan minyak mentah lebih besar.

Kontrak utama minyak light sweet tercatat naik US$ 1,14 menjadi US$ 80 per barel. Minyak Brent juga naik 84 sen menjadi US$ 78,09 per barel.


(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads