Sejak mengawali perdagangan, IHSG langsung terpuruk meski pada perdagangan sebelumnya bursa Wall Street menguat oleh sentimen positif pernyatan Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke.
Namun investor memilih jalannya sendiri. Saham-saham unggulan berkapitalisasi besar langsung berguguran sejak awal perdagangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa-bursa regional mayoritas bergerak di teritori negatif.
- Indeks Hang Seng melemah 68,17 poin (0,33%) ke level 20.399,57.
- Indeks Nikkei-225 melemah 96,87 poin (0,95%) ke level 10.101,96
- Indeks Straits Times melemah 13,75 poin (0,50%) ke level 2.748,40.
- Indeks KOSPI melemah 25,32 poin (1,57%) ke level 1.587,51.
- Indeks Shanghai menguat 38,44 poin (1,27%) ke level 3.060,62.
Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar hanya 65.947 kali pada volume 5.018 juta lembar saham senilai Rp 4,482 triliun. Sebanyak 49 saham naik, 113 saham turun dan 80 saham stagnan.
Saham-saham paling aktif yang mengalami penurunan harga terbesar antara lain Astra Internationa (ASII) turun Rp 550 menjadi Rp 36.250, PTBA turun Rp 350 menjadi Rp 15.600, BRI (BBRI) turun Rp 200 menjadi Rp 7.150, Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 8.300, BCA (BBCA) turun Rp 175 menjadi Rp 4.875.
Sedangkan saham-saham paling aktif yang naik harganya di top gainer antara lain Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 250 menjadi Rp 31.600, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 menjadi Rp 26.050, Indocement (INTP) naik Rp 50 menjadi Rp 13.700, Timah (TINS) naik Rp 25 menjadi Rp 2.150.
(qom/qom)











































