Investor Kecewa Keputusan Reverse Stock Multipolar

Investor Kecewa Keputusan Reverse Stock Multipolar

- detikFinance
Kamis, 25 Feb 2010 16:23 WIB
Jakarta - Beberapa investor publik yang memiliki saham di PT Multipolar Tbk (MLPL) mengaku kecewa dengan keputusan yang diambil direksi perseroan untuk melakukan reverse stock dari 6.785.159.560 saham yang berada dalam modal disetor dan ditempatkan penuh, menjadi 1.696.289.890 lembar.

Aksi ini dianggap mereka sebagai tindakan pencurian. Namun mereka tidak bisa berbuat banyak, karena dari peserta rapat yang hadir, seluruhnya dikuasai oleh perseroan. Terlebih ada mekanisme pelonggaran persyaratan kuorum dari 60% menjadi 50% seperti anjuran Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), jika dalam dua kali rapat, tidak mencapai kuorum.

"Kalau seperti ini sih namanya pencurian. RUPS ini sudah pasti kuorum, karena ada main dengan Bapepam, jumlahnya yang hadir jadi 50%," ungkap salah satu pemegang saham sebelum rapat dimulai di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (25/2/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditambahkannya, dengan dua aksi sekaligus yang dilakukan perseroan yaitu reverse stock dan penambahan saham baru (melalui rights issue), maka secara tidak langsung porsi saham publik akan terdilusi.

Seperti diketahui, pemegang saham MLPL didominasi oleh kalangan ritel yang jumlahnya mencapai 50% lebih. Aksi reverse stock dengan rasio 4:1 akan mengakibatkan porsi kepemilikan saham mengecil, dan nilai saham tersebut naik.

Langkah yang dilakukan perseroan setelahnya adalah menerbitkan saham baru dalam bentuk seri C. Saham baru tersebut diambil dari saham seri B yang ada di dalam portepel, jumlahnya mencapai 6,31 miliar lembar dari total saham yang ada 21,94 miliar lembar.

Menurut Managing Director MLPL Harijono, harga saham yang ditawarkan ke publik nantinya sebesar Rp 125 per saham. Ini jauh di atas harga pasar MLPL yang tercatat Rp 58-64 per lembar.

"Dengan harga yang lebih besar, kita kan nggak mungkin beli. Bisa-bisa yang beli pembeli siaganya (standby buyer), ya orang-orang dia juga. Ini cara mereka ambil porsi saham yang lebih besar, itu udah dua kali dilakukan Lippo. Waktu itu, Bank Lippo terus mereka dirikan Lippo Life. Aksi yang dilakukan juga seperti itu (dilusi porsi saham publik), Life jadi Holding Bank Lippo," paparnya.

Perseroan akan mengagendakan RUPS untuk meminta persetujuan rights issue. Rencananya RUPS akan dilaksanakan pada bulan Maret 2010.

"Kita udah nggak bisa apa-apa. Kuorum saja sudah dikuasai mereka, Rp 153 juta lawan Rp 3 miliar, jelas kalah," imbuh investor publik yang lain.

Kamis (25/2/2010) ini, Direktur Keuangan Perseroan Reynold Ong menjelaskan reverse stock PT Multipolar Corporation Tbk disetujui pemegang saham. Dari seluruh pemegang saham, tercatat 57,11% yang hadir, dan 99,05% di antaranya menyatakan persetujuan reverse stock ini.

"Setelah RUPSLB ini disetujui, kami akan RUPS lagi pada Maret 2010 dengan agenda rights issue. Pemegang saham yang hadir sendiri 57,11% dan yang menyetujui sebanyak 99,07%," ucap Reynold.

Sedangkan sisa saham seri B sebanyak 4.384.884.110 saham yang masih ada dalam portepel akan dipecah nilainya (stock split) dengan rasio 1:5, kemudian dijadikan saham seri C. Jumlah saham seri C usai konversi ini akan sebanyak 21.924.420.550 saham dengan nilai nominal Rp 100.

Saham seri C ini akan dikeluarkan ke pasar melalui mekanisme penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue.
(wep/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads