Bisnis Kontraktor Tambang Dongkrak Laba United Tractor

Bisnis Kontraktor Tambang Dongkrak Laba United Tractor

- detikFinance
Kamis, 25 Feb 2010 16:28 WIB
Jakarta - Di tengah lesunya perekonomian, PT United Tractors Tbk (UNTR) mencetak laba bersih Rp 3,82 triliun pada tahun 2009, naik 43% dibandingkan laba bersih tahun 2008 yang sebesar Rp 2,66 triliun.

Perseroan mengakui, peningkatan laba bersih ini dicapai ditengah situasi perekonomian yang penuh dinamika. Perlambatan ekonomi yang terjadi selama tahun 2009 menyebabkan bisnis usaha penjualan alat berat dan penjualan batubara mengalami penurunan.

"Namun kondisi ini terkompensasi oleh kontribusi yang sangat besar dari anak perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor penambangan, yaitu PT Pamapersada Nusantara," jelas United Tractor dalam siaran persnya, Kamis (25/2/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sepanjang tahun 2009, UNTR berhasil menvetak pendapatan bersih Rp 29,24 triliun, naik dibandingkan tahun 2008 yang hanya Rp 27,90 triliun. Laba usaha naik 24%, yaitu dari Rp 4,16 triliun menjadi Rp 5,17 triliun pada 2009.

Kontribusi pendapatan Pama terhadap total pendapatan bersih Perseroan saat ini mencapai 53%, sementara itu pendapatan bersih dari unit usaha distribusi alat berat mengalami penurunan dan memberikan kontribusi sebesar 37% dan sisanya sebesar 10% disumbangkan oleh unit usaha pertambangan yang dijalankan oleh PT Dasa Eka Jasatama (DEJ), perusahaan tambang yang berada di bawah kepemilikan Pama.

Perseroan mencatat volume penjualan alat berat Komatsu sebanyak 3.111 unit pada tahun 2009 atau turun 28% dibandingkan dengan tahun 2008. Meski pasar alat berat di Indonesia mengalami penurunan, Komatsu mampu mempertahankan posisinya sebagai market leader dengan pangsa pasar 47% (berdasarkan riset pasar internal).

Dari total volume penjualan Komatsu, porsi penjualan terbesar masih disumbangkan oleh sektor pertambangan, yaitu sebesar 55%, disusul oleh sektor perkebunan dan konstruksi yang masing-masing menyumbang 22% dan
14%, serta sektor kehutanan sebesar 9%.

Untuk penjualan alat berat, pendapatan Perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat mengalami peningkatan sebesar 23% dari nilai pendapatan pada tahun sebelumnya.

(qom/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads